Ditjen Bina Marga Guyur Rp3 Triliun Bangun Akses 5 Lokasi Wisata

Pada alokasi Rp3 triliun ini terdapat pinjaman dari Bank Dunia untuk Mandalika dan Toba, sisanya adalah pendanaan dari APBN.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  18:05 WIB
Ditjen Bina Marga Guyur Rp3 Triliun Bangun Akses 5 Lokasi Wisata
Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah,NTB, Minggu (24/2/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, mengalokasikan anggaran Rp3 triliun untuk pembangunan akses untuk lima destinasi wisata superprioritas yang sedang digarap pemerintah.

Kelima destinasi wisata itu yakni Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, serta Manado—Bitung—Likupang.

Dirjen Bina Marga Sugiyartanto mengatakan bahwa anggaran Rp3 triliun ini memang alokasi yang terhitung besar dari keseluruhan anggaran pembangunan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp7,10 triliun pada 2020.

"Iya, [alokasi besar dari Kementerian PUPR] karena infrastruktur yang paling besar itu jalan di Mandalika sepanjang 17 kilometer dengan enam lajur dan Tano Ponggol di Toba yang memang jembatannya khusus," tuturnya, Kamis (17/10/2019).

Selain itu, alokasi tersebut juga akan digunakan untuk ketiga destinasi wisata superprioritas lain dan perawatan akses jalan.

Menurut Sugiyartanto, jumlah Rp3 triliun ini terdapat pinjaman di dalamnya dari Bank Dunia untuk Mandalika dan Toba, sisanya adalah pendanaan dari anggaran pendapatan dan belanja negara.

"Tano Ponggol itu cukup signifikan karena jalannya itu cukup unik karena punya nilai seni dan nilai jual sehingga wisatawan juga tertarik yang mengandung unsur kearifan lokal. Desainnya segera kita masukkan seperti itu."

Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Henky Manurung mengatakan bahwa target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020—2024 sektor kepariwisataan yang utama ada tiga bagian.

"Tiga target utama kami ke depannya adalah devisa pariwisata, jumlah, dan keterampilan SDM [sumber daya manusia] pariwisata dan nilai tambah sektor pariwisata kalau dilihat dari kualitas pengalaman wisatawan," katanya.

Oleh karena itu, dia berharap supaya dengan terbangunnya lima destinasi wisata superprioritas ini dan banyaknya dukungan dari berbagai pihak, akan dapat mencapai target RPJMN 2020—2024 serta dapat memberian manfaat bagi daerah setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, akses jalan

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top