Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Dorong Industri Elektronik Perluas Pasar Ekspor

Badan Pusat Statistik melaporkan, pada Januari-Agustus 2019, nilai ekspor mesin/peralatan listrik mencapai US$5,55 miliar.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  05:42 WIB
ilustrasi. - JIBI
ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian bakal memacu industri elektronik untuk memperluas pasar mancanegara.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin R. Janu Suryanto mengatakan penurunan impor produk elektronik pada tahun ini menjadi momentum yang baik untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan sektor ini.

“Kami mendorong ekspor produk elektronik lokal. Salah satu produk, berupa air purifier, hasil karya perusahaan nasional sedang dalam masa percobaan untuk ekspor ke Amerika Serikat. Selain itu, produsen mesin cuci tengah menjajaki untuk menembus pasar Nigeria,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (15/10/2019).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Januari-Agustus 2019, nilai ekspor mesin/peralatan listrik mencapai US$5,55 miliar. Adapun, nilai impor mesin/peralatan listrik mencapai US$12,60 miliar atau menurun sekitar 10,97% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Janu optimistis pada triwulan terakhir 2019 peningkatan ekspor produk elektronik masih dapat dipacu. Pasalnya, sejumlah perusahaan industri elektronika di Batam, seperti PT Satnusa Persada dan PT Pegatron Technology Indonesia, mendapatkan kontrak baru untuk memasok produknya ke Amerika Serikat.

“Peluangnya masih terbuka karena berkurangnya pasokan produk elektronik dari China ke Amerika Serikat. Selain itu, PT Panasonic Manufacturing Indonesia baru-baru ini memperluas basis ekspornya ke Taiwan. Bahkan, LG Electronics Indonesia, juga berencana untuk memasok AC portable ke Amerika Serikat dalam jumlah yang besar,” katanya.

Janu mengatakan pemerintah juga fokus mendorong industri elektronik di dalam negeri agar tidak hanya terkonsentrasi pada perakitan, melainkan juga terlibat dalam lingkaran rantai pasok bernilai tambah tinggi. Langkah strategis ini diwujudkan antara lain melalui peningkatan investasi.

Sepanjang tahun 2018, nilai investasi industri elektronik mencapai Rp12,86 triliun, naik dibanding tahun 2017 sebesar Rp7,81 triliun. “Tahun ini, ditargetkan ada beberapa investasi baru yang akan masuk, yang secara total nilainya mencapai Rp1,3 triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan sebanyak 248.500 orang.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Elektronik
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top