PT Berdikari Peroleh Rekomendasi Impor Daging Sapi Brasil

PT Berdikari (Persero) telah menerima lampu hijau dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk importasi daging sapi asal Brasil seiring keluarnya rekomendasi impor untuk perusahaan pelat merah tersebut.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  09:33 WIB
PT Berdikari Peroleh Rekomendasi Impor Daging Sapi Brasil
Pedagang memotong daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/4/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Berdikari (Persero) telah menerima lampu hijau dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk importasi daging sapi asal Brasil seiring keluarnya rekomendasi impor untuk perusahaan pelat merah tersebut.

Direktur Utama Berdikari Eko Taufik Wibowo mengemukakan bahwa pihaknya tengah menanti izin impor dari Kementerian Perdagangan. Ia memperkirakan perizinan bakal rampung dalam waktu dekat dan pemasukan daging asal Brasil dapat mulai terealisasi pada pertengahan November.

"Rekomendasi impor dari Ditjen PKH sudah keluar kemarin. Sekarang [perizinan] di Kemendag dan Insyallah Senin selesai semua," kata Eko kepada Bisnis, Jumat (11/10/2019).

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk memberi kuota impor sapi asal Brasil sebesar 50.000 ton untuk tiga BUMN, yakni Perum Bulog sebanyak 30.000 ton dan untuk Berdikari serta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) masing-masing 10.000 ton.

Eko tak memperjelas berapa tahap pemasukan akan dilakukan. Namun, perseroan menargetkan realisasi pemasokan seluruh kuota dapat terealisasi sampai akhir tahun ini.

Ia sebelumnya menjelaskan pihaknya telah menyediakan modal sekitar Rp600 miliar untuk pengadaan sapi asal Brasil yang didatangkan untuk stabilisasi harga tersebut. Meski harganya cenderung lebih tinggi dibanding daging kerbau asal India, Eko optimistis masyarakat tetap berminat mengonsumsi daging Brasil dengan harga pasaran senilai Rp80.000 per kg.

Data sementara Ditjen PKH menunjukkan total kebutuhan daging sapi sepanjang 2019 mencapai 686.271 ton. Produksi sapi dalam negeri diperkirakan hanya mencapai 404.590 ton atau setara dengan 2,25 juta ekor sapi. Dengan demikian, defisit daging sapi menyentuh 281.681 ton atau lebih tinggi dibanding tahun lalu sebesar 259.192 ton seiring tumbuhnya konsumsi. 

Guna memenuhi kebutuhan, Ditjen PKH mematok kebutuhan impor sebesar 291.980 ton yang dengan perincian 80.000 ton impor daging kerbau India, 62.000 ton impor daging sapi, 50.000 ton sapi asal Brasil, dan pemasukan sapi bakalan sebanyak 42.622 ekor atau setara 8.523 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daging sapi, peternakan

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top