Angkasa Pura II Operasikan 3 Bandara Baru

PT Angkasa Pura II (Persero) akan meresmikan pengelolaan tiga bandara baru menggunakan skema kerja sama pemanfaatan (KSP) pada 13 Oktober 2019.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  23:00 WIB
Angkasa Pura II Operasikan 3 Bandara Baru
Menhub Budi Karya Sumadi mengunjungi Bandar Udara Internasional HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Belitung, Sabtu (28/10/2017). - Bisnis.com/Renat Sofie

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) akan meresmikan pengelolaan tiga bandara baru menggunakan skema kerja sama pemanfaatan (KSP) pada 13 Oktober 2019.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan tiga bandara tambahan yang akan dikelola adalah Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung, Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu, dan Bandara Radin Inten II di Lampung. Dengan demikian, jumlah bandara yang dikelola perseroan menjadi 19 bandara pada tahun ini.

"Penandatanganan kerja sama pemanfaatan barang milik negara beserta berita acara serah terima operasi ketiga bandara tersebut akan dilakukan pada akhir minggu ini," kata Awaluddin dalam siaran pers, Jumat (11/10/2019).

Dia menambahkan pada tahun lalu, Kemenhub juga menyerahkan pengelolaan Bandara Tjilik Riwut ke AP II melalui skema yang sama. Hal tersebut merupakan bentuk pemberian kepercayaan pemerintah kepada perseroan.

Pihaknya mengaku siap meningkatkan kinerja keempat bandara tersebut hingga bisa berkontribusi optimal dan maksimal dalam mendukung pariwisata serta perekonomian setempat. Keempat bandara itu memiliki infrastruktur di sisi darat dan udara yang cukup untuk saat ini dalam mengembangkan konektivitas transportasi udara.

Bandara Radin Inten II memiliki terminal penumpang pesawat baru yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019. Terminal baru seluas 9.650 meter² ini mengedepankan budaya lokal dengan menampilkan simbol Siger di beberapa area.

Siger adalah simbol kebanggaan yang sangat melekat dengan masyarakat Lampung. Di samping itu, terminal ini juga dibangun dengan konsep eco airport dan eco energy.

Adapun, terminal baru ini berkapasitas sekitar 3 juta penumpang per tahun, dan didukung runway berukuran 2.500 x 45 meter serta apron berukuran 565 x 110 meter untuk 12 parking stand pesawat. Tidak hanya itu, bandara ini juga memiliki 3 helipad berukuran 24 x 24 meter.

Adapun jumlah penumpang pesawat pada tahun lalu mencapai 1,99 juta penumpang, dengan 16.058 pergerakan pesawat.

Bandara HAS Hanandjoeddin masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, dengan destinasi pariwisata terdekat bandara ini adalah Tanjung Kelayang. Kapasitas terminal penumpang ini adalah sekitar 400.000 orang per tahun, sementara pergerakan jumlah penumpang sepanjang 2018 telah mencapai 1 juta orang per tahun.

AP II telah memiliki rencana perluasan terminal di bandara ini agar meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi penumpang pesawat dan juga supaya maksimal dalam mendukung pariwisata setempat. Adapun, bandara ini dilengkapi dengan runway berukuran 2.400 x 45 meter, dengan volume pergerakan pesawat pada 2018 tercatat 9.534 penumpang.

Bandara Fatmawati Soekarno memiliki pertumbuhan jumlah penumpang yang cukup tinggi. Pada 2018 pergerakan penumpang pesawat mencapai 1 juta orang atau melebih kapasitas terminal yang hanya 500.000 orang per tahun.

Pihaknya telah memiliki rencana pengembangan terminal penumpang pesawat guna mengantisipasi pergerakan 5,6 juta penumpang. Adapun, saat ini Bandara Fatmawati Soekarno beroperasi dengan runway berukuran 2.500 x 45 meter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkasa pura ii

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top