Pemerintah Daerah Diminta Terlibat Aktif dalam Pengembangan KEK Sorong

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan dengan potensi yang dimilikinya, KEK Sorong dapat menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional,khususnya protein berbasis kelautan. Potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir Papua.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  11:27 WIB
Pemerintah Daerah Diminta Terlibat Aktif dalam Pengembangan KEK Sorong
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) didampingi Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani menyampaikan konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/10/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong pada Jumat (11/10/2019).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan dengan potensi yang dimilikinya, KEK Sorong dapat menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional,khususnya protein berbasis kelautan. Potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir Papua.

Guna memaksimalkan efektivitas KEK Sorong, ia meminta keterlibatan aktif dari masyarakat setempat. Oleh karena itu, Darmin meminta kepada pemerintah setempat untuk mempersiapkan SDM lokal dari sisi pengetahuan, kemampuan, serta kelembagaan.

“Salah satu yang penting di sini adalah pemberdayaan sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir yang beroperasi di sekitar KEK Sorong melalui berbagai instrumen pendidikan vokasi. Pemda juga perlu menjamin kemudahan perizinan bagi para calon investor,” kata Darmin dalam acara peluncuran KEK Sorong dikutip dari siaran pers, Jumat (11/10/2019).

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, pembangunan KEK Sorong telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. Hal ini untuk meningkatkan perekonomian daerah dengan didukung pemanfaatan sumber daya lokal lintas sektor. Ke depannya, pembangunan di Papua Barat dapat meningkat sehingga mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Dominggus mengatakan ada beberapa catatan dengan kehadiran kawasan KEK, salah satunya kebutuhan tenaga kerja yang besar. Ia berharap pemerintah akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) skala nasional di daerah tersebut.

Ia juga meminta kepada masyarakat Papua agar tidak hanya akan menjadi penonton saja. Kehadiran KEK memungkinkan mereka turut terlibat dalam industri-industri yang ada.

"Kemudian, kami juga berharap jika di kawasan ini dibangun smelter, daripada hasil nikelnya dibawa ke pulau lain, jadi ini akan memberikan peluang dan kesempatan besar bagi anak-anak muda kami untuk bekerja di sana,” ujarnya.

Pembangunan kawasan KEK Sorong diperkirakan memakan biaya sebesar Rp2,3 triliun, dan hingga kini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp487 miliar. Ke depannya, KEK Sorong ditargetkan dapat menarik investasi hingga Rp32,5 triliun. KEK Sorong juga diperkirakan mendongkrak perekonomian Kabupaten Sorong dengan proyeksi peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sekira Rp10,64 triliun pada 2030.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kek

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top