AirNav Indonesia Tambah Alat Navigasi di Bandara Kertajati

Kepala Unit Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia Kertajati Muksin menyatakan rencananya Instrumen Landing System (ILS) dapat mulai dioperasikan pada akhir Oktober 2019.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  18:20 WIB
AirNav Indonesia Tambah Alat Navigasi di Bandara Kertajati
Foto aerial proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Rabu (28/3). Jelang operasional BIJB pada Mei 2018, proyek pembangunan fisik Bandara BIJB yang saat ini telah mencapai 91,2 persen dan ditargetkan rampung pada April mendatang. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, MAJALENGKA – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia menambah fasilitas Instrumen Landing System (ILS) dan Doppler VHF Omni-directional Range (DVOR) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

Peralatan navigasi tersebut disediakan guna menunjang komunikasi dan informasi ketepatan arah kepada pilot saat mendekati landasan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

Kepala Unit Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia Kertajati Muksin menyatakan rencananya Instrumen Landing System (ILS) dapat mulai dioperasikan pada akhir Oktober 2019.

Saat ini, fasilitas ILS dibangun terdiri atas dua jenis navigator yakni Localizer untuk menentukan centerline penerbangan serta glide path sebagai navigasi penentuan kemiringan pesawat saat melakukan penerbangan.

Sementara DVOR sebagai alat bantu navigasi udara yang dapat memberikan informasi arah kepada pesawat udara terhadap bandara dengan azimuth tertentu dan daerah frekuensi kerjar DVOR yaitu 108 Mhz – 118 MHz itu akan terpasang di Kertajati pada Februari 2020 mendatang.

Muksin menyatakan tengah membangun dua jenis peralatan navigasi tersebut di Kertajati dengan nilai investasi berkisar Rp32 miliar untuk membangun ILS dan DVOR.

”Tahun depan alat navigasi ini sudah terpasang di Kertajati dan memudahkan pilot dalam melakukan pendaratan,” tuturnya, Kamis (10/3/2019).

Saat ini, lanjutnya, Air Traffic Controller (ATC) AirNav Kertajati telah dilengkapi fasilitas penunjang performance Based Navigation (PBN) sebagai pendukung penerbangan saat menghadapi cuaca buruk dengan dilengkapi  peralatan yang memenuhi persyaratan RNP dan RNAV. ”Alat bantu navigasi di monitor ketepatannya, integritasnya, ketersediannya, fungsinya dan terus menerus,” ujarnya.

PBN ini tidak tergantung dengan alat bantu tradisional navigasi lateral di darat sepeti VOR /ADF tetapi berdiri sendiri di pesawat (seperti INS/IRS) atau space based (Dari ruang udara umumnya di luar angkasa sperti GNSS (Global Navigation Satellite System), yang secara umum kita kenal dengan GPS sebagai trade mark satelit navigasi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kertajati, AirNav

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top