KABAR PASAR 2 OKTOBER: Sriwijaya & Garuda Rujuk, Daya Beli Masyarakat Stabil

Berita mengenai Sriwijaya Air Group dan Garuda Group yang melanjutkan kerja sama serta daya beli masyarakat yang diklaim cukup stabil menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (2/10/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  08:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai Sriwijaya Air Group dan Garuda Group yang melanjutkan kerja sama serta daya beli masyarakat yang diklaim cukup stabil menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (2/10/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Sriwijaya & Garuda Rujuk. Setelah polemik manajemen yang berlarut-larut, Sriwijaya Air Group dan Garuda Group akhirnya sepakat untuk melanjutkan kerja sama manajemen.

Kemarin (1/10), Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group melakukan mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah. Melalui pertemuan itu, kedua maskapai sepakat untuk kembali menjalankan kerja sama manajemen (KSM) yang telah dimulai sejak 9 November 2018.

Daya Beli Masyarakat Stabil. Daya beli masyarakat diklaim masih cukup stabil kendati pada bulan lalu tercatat defl asi sebesar 0,27%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, mulai turunnya harga sejumlah komoditas pangan menjadi penyebab defl asi pada September 2019.

Kebijakan Cukai Rokok 2020: Jumlah Layer Tetap. Pemerintah telah menetapkan jumlah layer tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun depan tetap sama, yakni sebanyak 10 layer.

Waspadai Risiko Gagal Bayar Korporasi. Perusahaan di Tanah Air harus meningkatkan kewaspadaan di tengah ketidakpastian global guna mencegah risiko gagal bayar yang tinggi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan perusahaan harus memperhatikan dinamika lingkungan operasi mereka secara detil.

PayPal Masuk China. Di tengah ketegangan perang dagang, platform transfer uang digital asal Amerika Serikat (AS), Paypal Holding Inc., telah mendapat persetujuan dari Pemerintah China untuk membeli saham di perusahaan pembayaran asal Negeri Panda itu.

WeWork Batal Lepas Saham ke Publik. WeWork akhirnya harus menyerah pada realitas pasar yang terus memangkas valuasi perusahaan startup offi ce sharing itu. Anak usaha We Company tersebut secara resmi mengumumkan penundaan initial public offering (IPO) di AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top