PGN : Pembangunan Infrastruktur Gas Seperti Perlombaan Maraton

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) akan mendorong pengembangan infrastruktur gas untuk mendukung industri petrokimia.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 27 September 2019  |  17:34 WIB
PGN : Pembangunan Infrastruktur Gas Seperti Perlombaan Maraton
Petugas PGN memeriksa jaringan gas untuk rumah tangga di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) akan mendorong pengembangan infrastruktur gas untuk mendukung industri petrokimia.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengibaratkan pembangunan infrastruktur sebagai sebuah perlombaan maraton yang memiliki durasi panjang sehingga membutuhkan daya tahan yang kuat.

"Selama lebih dari setengah abad, kami melakukan berbagai inisiatif agar gas bumi dapat dinikmati oleh lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat. Sektor petrokimia sebagai salah satu usaha strategis, termasuk salah satu prioritas pelayanan PGN," tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).

Saat ini, emiten dengan kode saham PGAS tersebut terus mengembangkan infrastruktur distribusi baru di beberapa daerah yang mulai tumbuh sektor industrinya. Misalnya di wilayah Kendal, Semarang, dan Ungaran.

Pasokan gas ke wilayah Jawa Tengah ini akan berasal dari blok Jambaran Tiung Biru (JBT) di Bojonegoro, Jawa Timur. Untuk mengirimkan gas dari blok tersebut, PGN melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), sedang dalam penyelesaian pipa transmisi sepanjang 267 km dari Gresik ke Semarang.

"Kami percaya bahwa pemanfaatan gas bumi akan mendorong daya saing sektor industri kita. Karena itulah pembangunan infrastruktur akan tetap menjadi komitmen PGN dalam jangka panjang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro  mengatakan pada saat ini, gas bumi telah menjadi aset strategis untuk mendorong produksi dan menguatkan kebangkitan sektor manufaktur.

“Gas bumi bukan lagi sebagai komoditas, tapi harus menjadi alat produksi yang memperkuat sektor industri dan perekonomian nasional," ujar Bambang.

Terkait prospek industri gas di ibu kota baru, lanjut Gigih, pemanfaatan gas bumi di ibu kota baru akan jauh lebih efisien dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

"PGN siap untuk membantu pemerintah menyiapkan infrastruktur di ibukota baru untuk menjadi smart city yang berbasis pada energi bersih gas bumi. Proyek jargas yang selama ini telah berjalan terbukti efektif mengurangi biaya energi rumah tangga," katanya.

Pembangunan gas kota diproyeksi akan menciptakan penghematan LPG Rp157,8 miliar per tahun sehingga bisa membuat penghematan pengeluaran masyarakat sebesar Rp386 miliar per tahun. Pemerintah dapat mengurangi impor LPG sebanyak 320.222 metrik ton per tahun dan pengurangan defisit neraca perdagangan migas mencapai Rp1,4 triliun per tahun.

Saat ini, total jaringan pipa gas yang dibangun dan dikelola PGN lebih dari 10.000 km dan melayani lebih dari 300.000 konsumen di berbagai segmen pasar. PGN juga  mengelola jaringan gas milik pemerintah sepanjang 3.800 km di berbagai daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
petrokimia, PGN, gas bumi

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top