5 Berita Terpopuler, Masa Keemasan Batu Bara Berakhir Mulai 2027? Polri Akui Ada Gesekan Brimob Dengan Marinir TNI AL

Lembaga riset energi Wood Mackenzie yang menyebut masa keemasan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik diperkirakan akan berada pada masa puncak hingga 2027 menjadi berita terpopuler Bisnis.com pada hari Kamis (26/9/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 26 September 2019  |  12:49 WIB
5 Berita Terpopuler, Masa Keemasan Batu Bara Berakhir Mulai 2027? Polri Akui Ada Gesekan Brimob Dengan Marinir TNI AL
Aktivitas penambangan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

1. Wood Mackenzie: Masa Keemasan Batu Bara Akan Berakhir Mulai 2027

Lembaga riset energi Wood Mackenzie menyebut masa keemasan batu bara sebagai bahan bakar dalam pembangkit listrik diperkirakan akan berada pada masa puncak hingga 2027 sebelum akhirnya melambat, khususnya di wilayah Asia Tenggara.

Peneliti Wood Mackenzie Jacqueline Tao mengatakan narasi tentang masa depan batu bara dipenuhi nada pesimistis di seluruh dunia.

Baca selengkapnya di sini.

2. Garuda Copot Logonya di Armada Sriwijaya Air Group, Ada Apa?

Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logonya pada armada Sriwijaya Air menyusul dispute kerja sama manajemen kedua grup masakpai itu.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengungkapkan pencabutan logo Garuda untuk menjaga brand maskapai pelat merah itu.

Baca selengkapnya di sini.

3. Malaysia Tingkatkan Penyelidikan terhadap Grab

Malaysia meningkatkan penyelidikan anti-monopoli terhadap Grab Holdings Inc. seiring dengan upaya pemerintah mendatangkan persaingan yang lebih besar untuk ekonominya.

CEO Komisi Persaingan Malaysia Iskandar Ismail menjelaskan bahwa komisi pengawas anti-monopoli ini meningkatkan penyelidikan terhadap startup transportasi daring yang berbasis di Singapura tersebut. Namun ia menolak menguraikan langkah-langkah spesifik yang dimaksud.

Baca selengkapnya di sini.

4. Rusuh Wamena: Dokter Soeko Marsetiyo Akhirnya Meninggal, Jumlah Korban Meninggal Jadi 30 Orang

Jumlah korban meninggal dunia akibat kerusuhan di Wamena, Papua, bertambah menjadi 30 orang.

Salah satu korban tersebut adalah dokter Soeko Marsetiyo, 53, yang sehari-hari bertugas di Kabupaten Tolikara. Dokter Soeko yang menjadi korban demo anarkis di Wamena, Papua, Senin (23/9) akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Wamena.

Baca selengkapnya di sini.

5. Polri Akui Ada Gesekan Brimob Dengan Marinir TNI AL Tadi Malam

Polri membenarkan sempat terjadi aksi gesekan antara anggota Brimob Polda Metro Jaya dengan marinir yang berjaga di Wisma Pati Lumba-Lumba TNI AL tadi malam pukul 21.35 WIB.

Gesekan itu terjadi lantaran massa aksi melarikan diri ke Wisma Pati Lumba-Lumba dan sejumlah anggota Brimob yang mengejar massa tersebut dilarang menangkapnya hingga ke dalam, akhirnya terjadi aksi pengrusakan pos jaga marinir hingga anggota Brimob melepaskan tembakan gas air mata ke arah marinir.

Baca selengkapnya di sini.

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top