Bio Farma Luncurkan Alat Deteksi Diabetes Anyar

PT Bio Farma (Persero) meluncurkan alat pendeteksi dini penyakit, Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 26 September 2019  |  15:21 WIB
Bio Farma Luncurkan Alat Deteksi Diabetes Anyar
Suasana fasilitas milik Bio Farma. - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bio Farma (Persero) meluncurkan alat pendeteksi dini penyakit, Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65.

Direktur Operasi PT Bio Farma M. Rahman Roestan mengatakan produk anyar ini merupakan hasil kolaborasi dengan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang. Pihaknya segera memasarkan produk tersebut.

"KIT DM merupakan alat pendeteksi dini untuk penyakit diabetes melitus type 1," katanya di sela-sela Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2019 yang diselenggarakan PT Bio Farma (Persero), Kamis (26/9/2019).

Dalam FRLN 2019, kata Rahman, pihaknya juga memulai pengembangan produk darah. Langkah itu direalisasikan dalam rangka menuju kemandirian produk darah dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) yang sudah siap dengan sembilan Unit Transfusi Darah yang telah tersertifikasi CPOB dari BPOM.

Di samping itu, BUMN di sektor farmasi ini akan memulai Uji Klinis Fase III untuk vaksin Rotavirus dan vaksin Tifoid. "Untuk  Uji Klinis III Vaksin Tifoid rencananya akan bekerja sama dengan Universitas Indonesia," ujarnya.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan FRLN 2019 diarahkan untuk mendorong kolaborasi pengembangan riset antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas pendukungnya. Kolaborasi itu perlu diwujudkan agar penelitian dan inovasi di Indonesia tetap berkelanjutan.

Apalagi, ke depan digagas pembentukan holding farmasi nasional dengan Bio Farma sebagai induk usaha.

"Ini tentunya akan semakin menegaskan dukungan pemerintah dalam hilirisasi produk hasil riset dan inovasi anak negeri agar dapat dikomersialisasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Indonesia," kata Honesti.

FRLN, kata Honesti, menjadi salah satu inisiatif Bio Farma yang dijalankan sejak 2011 dan telah memfasilitasi 12 kelompok penelitian, antara lain  Hepatitis B, TB, EPO, HIV, Dengue, dan Malaria.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri farmasi

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top