Selangkah Lagi Kanada Menjadi Pemain Jalan Tol di Indonesia

Investor asal Kanada telah mengumumkan rencana akuisisi 55 persen saham PT Lintas Marga Sedaya, operator jalan tol Cikampek—Palimanan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 25 September 2019  |  06:20 WIB
Selangkah Lagi Kanada Menjadi Pemain Jalan Tol di Indonesia
Foto udara perbaikan jalan tol Cipali Kilometer 141, Jawa Barat, Minggu (12/5/19). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Desas desus yang berembus di kalangan pelaku usaha jalan tol seputar rencana hengkangnya UEM Group Berhad dari Indonesia sejak Juni 2019 menjadi kenyataan.

Investor asal Kanada telah mengumumkan rencana akuisisi 55 persen saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator jalan tol Cikampek—Palimanan (Cipali). Bila transaksi rampung, kiprah UEM di jagat jalan tol Indonesia tamat.

Adalah Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB) yang berniat mengambil alih saham UEM di LMS. CPPIB tak sendiri, pengelola dana pensiun Kanada itu menggandeng PT Bhaskara Utama Sedaya (BUS), pemegang saham LMS. BUS adalah entitas anak PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) yang diakuisisi pada 2017.

Dalam keterangan resmi, CPPIB melansir, transaksi jual beli saham diperkirakan tuntas pada kuartal IV/2019 setelah memenuhi syarat  dan ketentuan yang disepakati serta persetujuan regulator.

Nantinya, CPPIB akan menguasai 45 persen saham LMS, sedangkan porsi saham BUS naik menjadi 55 persen sekaligus menjadi pemegang saham mayoritas.

CPPIB memang tidak melansir nilai akuisisi saham LMS. Namun, seperti dilansir dari Bloomberg, Khazanah, entitas induk UEM menerima penawaran US$500 juta untuk banderol saham LMS.

Managing Director Head of Infrastructure CPPIB Scott Lawrence mengatakan bahwa akuisisi saham operator jalan tol Cipali menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia yang terus bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang pesat. Investasi di LMS juga menjadi debut CPPIB berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia.

“Kami gembira berinvestasi di jalan tol Cipali bersama Astra Infra, mitra lokal yang punya pengetahuan luas dan berpengalaman. Kami berharap bisa menjalin hubungan jangka panjang yang baik antarkedua organisasi," jelasnya.

CPPIB bukanlah investor kelas teri. Per Juni 2019, portofolio investasi CPPIB di sektor infrastruktur mencapai 33,10 miliar dolar Kanada. Portofolio sebesar itu berasal dari beragam aset infrastruktur yang dikelola melalui sembilan kantor di seluruh dunia. CPPIB hanya menaruh uangnya di aset berskala besar.

Niat CPPIB dan Astra Infra untuk mengakuisisi saham LMS tampaknya akan berjalan mulus.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan pihaknya sudah mengetahui ihwal akuisisi saham LMS oleh CPPIB dan Astra Infra. Menurutnya, rencana tersebut merupakan aksi korporasi biasa pada perusahaan tol yang sudah beroperasi.

"Ini aksi korporasi biasa karena karena [dilakukan pada] jalan tol sudah beroperasi. Sifatnya hanya reporting perubahan pemegang saham saja," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (20/9).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, astra, kanada, jalan tol cipali

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top