Studi: The Fed akan Menyerah kepada Trump

Kritik tajam yang berkali-kali dilancarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap The Fed mendorong spekulasi pasar bahwa bank sentral AS ini akan tunduk pada tekanan politik dan suku bunga yang lebih rendah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 September 2019  |  15:54 WIB
Studi: The Fed akan Menyerah kepada Trump
the Federal Reserve di Washington D.C. - Ilustrasi/en.wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA – Kritik tajam yang berkali-kali dilancarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap The Fed mendorong spekulasi pasar bahwa bank sentral AS ini akan tunduk pada tekanan politik dan suku bunga yang lebih rendah.

Bukan rahasia lagi jika Trump sering menggunakan akun Twitter miliknya untuk mengkritik kebijakan The Fed dan Gubernur Jerome Powell karena menjalankan suku bunga yang lebih tinggi dari yang ia inginkan.

Sebuah studi terhadap cuitan-cuitan Trump dan respons pasar oleh para ekonom dari Duke University dan London Business School menemukan bahwa faktor-faktor tersebut memiliki “pengaruh signifikan secara statistik dan negatif” di pasar.

Studi itu menemukan rangkaian serangan kritik oleh Trump mengempaskan perkiraan suku bunga sebesar gabungan 10 basis poin atau setara dengan sekitar 0,30 basis poin per cuitan.

"Kami memberikan bukti bahwa para pelaku pasar percaya The Fed akan mengalah pada tekanan politik dari Presiden (Trump). Ini merupakan ancaman signifikan bagi independensi bank sentral," ujar Francesco Bianchi, Thilo Kind dan Howard Kung dalam sebuah studi yang diterbitkan pada Senin (23/9/2019) oleh Biro Riset Ekonomi Nasional AS.

Temuan ini kemungkinan akan mengecewakan The Fed. Para pembuat kebijakan Federal Reserve telah lama berpendapat bahwa segala kritik Trump tidak memengaruhi setiap keputusan kebijakan moneter dan bahwa mereka bertindak secara independen dari politik.

Pekan lalu, setelah The Fed kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, Trump kembali menumpahkan kekesalannya melalui Twitter.

“(Jerome) Jay Powell dan Federal Reserve Lagi-lagi Gagal. Tidak punya 'nyali', tidak masuk akal, tidak memiliki visi! Seorang komunikator yang mengerikan!” tulis Trump dalam akun Twitter miliknya, dilansir dari Bloomberg.

Trump juga pernah bertanya apakah Powell atau presiden China, Xi Jinping, yang menjadi musuh lebih besar bagi AS. Pada Rabu (12/9), Trump menuliskan lewat Twitter bahwa “orang-orang bodoh” di dalam The Fed harus memangkas suku bunga menjadi nol "atau kurang".

Sebelumnya, Trump telah berulang kali mengecam kebijakan moneter The Fed dengan membandingkannya terhadap kebijakan moneter negara-negara lain dan menyalahkan Powell atas keadaan ekonomi AS.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kebijakan The Fed, Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top