LAPORAN DARI CHINA: Luhut Ingatkan Lagi Pentingnya Proyek OBOR

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan lagi pentingnya merealisasikan platform One Belt One Road (OBOR) dalam mendekatkan China dan Asean.
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 22 September 2019  |  05:54 WIB
LAPORAN DARI CHINA: Luhut Ingatkan Lagi Pentingnya Proyek OBOR
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pidato sambutan dalam pembukaan The 16th China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan The 16th China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS), Sabtu (21/9/2019). - Bisnis/Gajah Kusumo

Bisnis.com, NANNING, China — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan lagi pentingnya merealisasikan platform One Belt One Road (OBOR) dalam mendekatkan China dan Asean.

“OBOR memainkan peran penting dalam mendekatkan China dan Asean. Bagi Asean, OBOR dapat meningkatkan mengurangi kesenjangan industri, menyatukan pasar tunggal, dan meningkatkan infrastruktur,” ujarnya saat menyampaikan pidato sambutan dalam pembukaan The 16th China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan The 16th China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS), Sabtu (21/9/2019).

Ajang CAEXPO dan CABIS 2019 kali ini mengambil tema Building Belt & Road Routes, Realizing Our Vision for A Community of Shared Future.

Luhut meyakini bahwa China dan Asean memainkan peran penting dalam perekonomian dunia yang tengah berada dalam sejumlah tekanan.

Untuk itu, masuknya investasi asal China melalui Program Sabuk dan Jalur (Belt and Road) akan meningkatkan investasi China ke Indonesia dan negara-negara Asean lainnya. “Program OBOR tentunya akan membuka peluang yang lebih besar lagi bagi investasi dan perdagangan, di mana pelaksanaan CAEXPO maupun CABIS 2019 adalah salah satu bagiannya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Luhut juga mengundang pengusaha-pengusaha yang hadir dalam CAEXPO 2019 untuk datang ke Indonesia menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 yang akan digelar pada 16—20 Oktober 2019 di Jakarta.

Adapun, Wakil Presiden Pertama Myanmar U Myint Swe juga menekankan program OBOR dapat memperkuat perdagangan komunitas di Asean.

“Untuk itu, program tersebut harus diimbangi dengan rencana yang lebih strategis dan prioritas yang saling menguntungkan, baik negara-negara di Asean maupun China,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone menyebut program OBOR telah memberikan hasil nyata. “Laos yang tadinya terkurung sekarang menjadi terkoneksi.

Untuk itu, dia mengusulkan perlunya penguatan implementasi OBOR melalui tiga  hal, yaitu menggabungkan inisiatif OBOR dengan Asean Interconnectivity Toward 2025, penguatan model investasi dalam pengembangan OBOR serta mendorong pembangunan dalam koridor ekonomi, investasi, perdagangan hingga kawasan ekonomi eksklusif.

Deputi Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanavisit menambahkan inisiatif OBOR adalah inisiatif terhadap keterbukaan dalam menghadapi sejumlah perubahan, seperti revolusi industry 4.0 hingga rantai pasokan perdagangan yang saling berkaitan.

“Dampak dari ketidakpastian global bisa dikurangi dengan adanya kerja sama China-Asean,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, asean, obor

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top