Kemenperin Pacu Pertumbuhan Investasi dari Korea Selatan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan percepatan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA) akan mempermudah kerja sama di sektor industri bagi kedua negara.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 September 2019  |  12:21 WIB
Kemenperin Pacu Pertumbuhan Investasi dari Korea Selatan
Menteri Perdagangan Industri dan Energi (MoTIE) Korea Selatan, Sung Yun Mo, dan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto di Seoul, Rabu (26/6 - 2019). foto KEMENPERIN

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan percepatan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA) akan mempermudah kerja sama di sektor industri bagi kedua negara.

Kemenperin menilai kerja sama tersebut dapat memudahkan pelaku industri komponen dalam negeri berperan dalam rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi mengatakan target perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan pada 2022 naik 61,29% menjadi US$30 miliar dari target tahun ini US$18,6 miliar.

“Korea adalah salah satu top 10 investor di Indonesia. Mereka punya industri yang potensial, khususnya sektor manufaktur,” ujarnya, Rabu (18/9).

Kemenperin menyatakan pada 2017 neraca perdagangan terhadap Korea Selatan surplus tipis 0,45% menjadi US$17 miliar. Adapun pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman dalam ajang Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018 dengan nilai investasi US$6,2 miliar.

Nilai investasi dari Korea Selatan selama 54 bulan terakhir mencapai US$7,3 miliar, sedangkan investasi sepanjang 2018 menopang US$1,6 miliar.

Secara komposisi, investasi tersebut masuk ke beberapa sektor mangufaktur yakni industri mesin dan elektronik (15%0, pertambangan (13%), gas dan air (9%), alas kaki (8%), dan karet dan plastik (8%).

Airlangga menyampaikan akan ada investasi tambahan yang masuk ke sektor-sektor lainya. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong dan memfasilitasi dalam upaya menarik investasi dari Negeri Gingseng ke dalam negeri.

Menurutnya, peningkatan investasi merupakan kunci untuk menciptakan lompatan dan terobosan dalam mewujudkan visi pemerintahan periode ini. Airlangga menyatakan penarikan investasi tersebut sejalan dengan program Making Indonesia 4.0

“Makanya investasi terus kami pacu, sehingga akan menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. Selain itu dapat menghasilkan substitusi impor,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi asing

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top