Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina Serap Minyak Mentah Exxonmobil

PT Pertamina (Persero) sepakat menyerap minyak mentah (crude) jatah Exxonmobil hingga 650.000 barel dari lapangan Banyu Urip, blok Cepu.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 16 September 2019  |  17:50 WIB
Kilang minyak di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (8/12/2016). - Bloomberg/Dimas Ardian
Kilang minyak di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (8/12/2016). - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) sepakat menyerap minyak mentah (crude) jatah Exxonmobil hingga 650.000 barel dari lapangan Banyu Urip, blok Cepu.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan Pertamina telah melakukan kesepakatan untuk pembelian minyak mentah sebanyak 650.000 periode September 2019. Nantinya, minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip tersebut akan diolah di kilang Balikpapan.

“Sudah deal 650.000 barel ya,” ujarnya, Senin (16/9/2019).

Terpisah, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto membenarkan telah terjadi kesepakatan transaksi Pertamina dan Exxonmobil atas jual beli minyak pada 20 September mendatang.

“Nanti 20 September, saya mau meresmikan pembelian pertama minyaknya Exxon,” katanya.

Langkah Pertamina membeli minyak mentah jatah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di dalam negeri merupakan implementasi Peraturan Menteri ESDM No 42 Tahun 2018 tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

Dalam Permen tersebut, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengolahan minyak bumi wajib mengutamakan pasokan minyak yang berasal dari dalam negeri.

Selain itu, KKKS atau afiliasinya diwajibkan menawarkan minyak bagiannya kepada Pertamina dan/atau badan usaha.

Sejauh ini, total volume minyak mentah yang telah dibeli Pertamina mencapai 123.600 barel per hari (bph) dari 39 KKKS per Agustus lalu. Dengan adanya tambahan pasokan minyak mentah dari KKKS, impor minyak mentah otomatis terpangkas.

Dari data Pertamina, sepanjang semester I/2019, realisasi impor minyak sebanyak 220.000 bph atau 25 persen dari total serapan minyak perseroan sebanyak 901.000 bph. Sementara itu, impor minyak pada 2018 tercatat sebanyak 339.000 bph atau 37 persen dari total serapan 910.000 bph.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina exxonmobil
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top