Dukungan Jasa Keuangan Bisa Dorong Ekspor Produk Kayu

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengharapkan adanya dukungan pembiayaan dari sektor jasa keuangan untuk merealisasikan proyeksi pertumbuhan nilai ekspor produk kayu sebesar US$1,68 miliar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 September 2019  |  18:00 WIB
Dukungan Jasa Keuangan Bisa Dorong Ekspor Produk Kayu
Aneka produk kerajinan dari bahan limbah akar kayu jati. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA —  Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengharapkan adanya dukungan pembiayaan dari sektor jasa keuangan untuk merealisasikan proyeksi pertumbuhan nilai ekspor produk kayu sebesar US$1,68 miliar.

Ketua Umum APHI Indroyono Soesilo menyatakan pihaknya bakal menerbitkan roadmap pembangunan hutan produksi yang berisikan data dan informasi usaha sektor kehutanan yang bisa menjadi acuan lembaga jasa keuangan.

“Kami berharap data dan informasi yang ada di dalamnya dapat dijadikan sebagai acuan Otoritas Jasa Keuangan [OJK] dan perbankan dalam penyaluran pembiayaan untuk usaha kehutanan,” ungkap Indroyono dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019).

Dalam diskusi kelompok terfokus antara APHI dan OJK beberapa lalu, terlihat adanya fenomena pertumbuhan kredit untuk sektor kehutanan. Kendati demikian, Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi (GKKT) OJK Enrico  Heryantoro menyatakan tidak ada proyek baru yang muncul.

Enrico mengungkapkan pembiayaan yang disalurkan ke sektor kehutanan per Juni 2019 telah mencapai Rp324 Miliar. Dari nilai tersebut, 85 persen dialokasikan untuk modal kerja. 

"Tapi, tidak terlihat munculnya proyek baru,” kata Enrico.

OJK melihat beberapa bank besar dan BUMN selama ini mengandalkan debitur inti dengan skala usaha besar (korporasi). Pengamatan OJK juga melihat tidak ada upaya untuk mencari debitur baru.

GKKT sendiri merupakan unit kerja baru di OJK yang ditugasi untuk mencari terobosan-terobosan kebijakan yang diperlukan dalam kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan seperti saat ini dengan adanya defisit neraca perdagangan.

“Kami ditugaskan dan mengupayakan untuk mendorong peningkatan ekspor dan upaya meningkatkan produktivitas untuk mengurangi substitusi impor," tutur Enrico.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojk, kayu

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top