Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian ESDM Bakal Buat Aturan Pemasangan PLTS Atap untuk Industri

Kementerian ESDM akan membuat peraturan menteri mengenai pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap pada bangunan industri untuk meningkatkan bauran energi terbarukan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 September 2019  |  16:42 WIB
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. - ANTARA / Prasetia Fauzani
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. - ANTARA / Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian ESDM akan membuat peraturan menteri mengenai pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap pada bangunan industri untuk meningkatkan bauran energi terbarukan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan peraturan tersebut nantinya memang tidak akan mewajibkan semua bangunan industri memasang PLTS atap. Namun, dengan adanya regulasi tersebut, industri secara umum akan terdorong untuk memasang PLTA atap. 

"Tidak diwajibkan, [tapi] pasti tergerak lah karena bisa lebih efisien. Ditunggu saja [aturannya]," katanya, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, tenaga surya merupakan energi yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Dengan kondisi tersebut, Indonesia harus mampu memanfaatkan energi tersebut secara optimal.

Berdasarkan data Institute For Essential Services (IESR), potensi teknis listrik surya atap pada bangunan rumah di 34 provinsi Indonesia mencapai 194 - 655 gigawatt peak (GWp) dengan potensi pasar pemasangan 34 - 116 GWp atau sekitar 17,7 persen dari potensi teknis. 

Berdasarkan data Kementerian ESDM kapasitas terpasang PLTS di Indonesia sebesar 95 MW. 

"Kalau air tidak impor karena ada di wilayah Indonesia, angin juga wilayah Indonesia. Kalau matahari kan impor, tetapi gratis," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri plts
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top