Ini Produksi Migas Pertamina dari Asetnya di Luar Negeri

PT Pertamina (Persero) mencatat realisasi produksi minyak sebanyal 99.930 barel per hari (bph) dan gas 261 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) pada semester I/2019 dari aset migasnya di negara lain.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 05 September 2019  |  08:15 WIB
Ini Produksi Migas Pertamina dari Asetnya di Luar Negeri
Kilang Cilacap milik Pertamina - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mencatat realisasi produksi minyak sebanyal 99.930 barel per hari (bph) dan gas 261 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) pada semester I/2019 dari aset migasnya di negara lain.

Capaian ini masih di bawah target produksi minyak sebanyak 112.000 bph dan gas sebesar 300 mmscfd. 

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu mengatakan belum tercapainya target dikarenakan adanya kendala yang dialami di blok MLN-1, Aljazair. Kendala operasional berada di kompresor yang digunakan di aset tersebut.

"Karena ada masalah kompresor di Algeria, tapi sudah online sekarang. Sebagian langsung jual, sebagian di-inject lagi untuk maintenance presence," tuturnya di sela-sela The 43rd IPA Convex 2019, Rabu (4/9/2019).

Untuk memastikan produksi migas Pertamina di luar negeri berjalan lancar, perseroan mempersiapkan investasi senilai US$174 juta atau meningkat dari belanja modal 2018 senilai US$110 juta. Nantinya, investasi digunakan untuk pengeboran 28 sumur dan pelaksanaan kerja ulang di 66 sumur.

Terkait pengembangan aset Pertamina di luar negeri, Dharmawan mengatakan pihaknya akan memulai pengembangan cadangan migasnya di Gabon, Afrika.

“Ini proyek baru minyak. Harapannya dari Gabon kami bisa menambah volume minyak untuk dibawa ke Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, Pertamina juga berencana ekspansi di Aljazair, bekerja sama perusahaan migas pelat merah negara tersebut. Sejauh ini, kerja sama Pertamina dan Sonatrach berjalan baik.

Dharmawan mengatakan pihaknya merencanakan tiga proyek pengembangan sekaligus. Pertama, mereka berupaya meningkatkan produksi migas di aset eksisting, yakni MLN-1, melalui proyek Phase-4.

Kedua, menggarap proyek F1D. Pertamina dan Sonatrach berupaya untuk melakukan pengeboran di lapisan pasir yang ada di aset eksisting dengan teknologi fracking yang lebih maju mengingat lapisannya lebih rapat.

Ketiga, ML-2 expansion project. Tetapi kami masih harus bersaing sama orang lain, kami bid [ikut lelang]. Masih proses bid dan mencuri hatinya Sonatrach,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, migas

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top