Dongkrak Daya Saing Industri Makanan, Kemenperin Luncurkan Mocaf 4.0

Kementerian Perindustrian, melalui Balai Besar Industri Agro (BBIA), meluncurkan Mocaf 4.0 sebagai satu upaya untuk mendongkrak daya saing industri makanan di dalam negeri.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 05 September 2019  |  18:57 WIB
Dongkrak Daya Saing Industri Makanan, Kemenperin Luncurkan Mocaf 4.0
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara. - KEMENPERIN

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian, melalui Balai Besar Industri Agro (BBIA), meluncurkan Mocaf 4.0 sebagai satu upaya untuk mendongkrak daya saing industri makanan di dalam negeri.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara mengatakan Mocaf 4.0 merupakan showcase berupa lini percontohan dalam penerapan industri 4.0 untuk pembuatan tepung mocaf.

Mocaf atau modified cassava flour adalah produk tepung dari ubi kayu yang diproses dengan cara memodifikasi sel ubi kayu melalui fermentasi.

Menurutnya, peluncurannya yang dirangkaikan dengan kegiatan bertajuk Satu Abad BBIA Berkarya, menjadi momentum dan tonggak sejarah bagi BBIA Bogor dalam memperkenalkan teknologi berbasis industri 4.0 untuk sektor agro.

“Jadi, showcase Mocaf 4.0 ini merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak daya saing industri makanan di dalam negeri karena industri makanan dan minuman merupakan salah satu andalan dalam kelompok sektor manufaktur nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/9/2019).

Ngakan menjelaskan penerapan teknologi industri 4.0 dapat memangkas waktu proses produksi sehingga kian efisien dan dapat dipantau secara real time. Bahkan, bahan baku hingga produk jadinya menjadi relatif lebih higienis.

Dia menilai inovasi tersebut menjadi salah satu fokus BBIA, salah satu unit litbang milik Kementerian Perindustrian yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, dalam pengembangan daya saing industri makanan dan minuman.

Hal itu sejalan dengan program Making Indonesia 4.0 yang telah memilih industri makanan dan minuman menjadi satu dari lima sektor manufaktur prioritas yang diandalkan.

Pada triwulan II/2019, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,99%. Realisasi itu melampaui pertumbuhan ekonomi yang tercatat mencapai 5,05% pada periode yang sama.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (IDEF) Enny Sri Hartati menilai tepung mocaf dapat mendorong daya saing industri makanan di dalam negeri.

“Jika upaya itu banyak dibina di kawasan, maka akan cukup besar potensinya. Asumsinya, satu kawasan sekian ton, tinggal dikalikan saja berapa kawasan bisa dikloning menjadi bisnis model tersebut,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri mamin

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top