Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Kayu Olahan ke Australia Ditargetkan Naik 10 Persen

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menargetkan ekspor kayu olahan ke Australia pada tahun ini naik 10 persen. Kenaikan ini diyakini tercapai dengan adanya Indonesia Timber Exchange yang saat ini sedang dikembangkan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 03 September 2019  |  09:37 WIB
Panel kayu dan kayu olahan - Ilustrasi/kemenperin.go.id
Panel kayu dan kayu olahan - Ilustrasi/kemenperin.go.id

Bisnis.com, JAKARTA Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menargetkan ekspor kayu olahan ke Australia pada tahun ini naik 10 persen. Kenaikan ini diyakini tercapai dengan adanya Indonesia Timber Exchange yang saat ini sedang dikembangkan.

Direktur Eksekutif APHI Purwadi Soeprihanto mengatakan bahwa Pada 2018 Australia menempati urutan ke-7 tujuan pasar ekspor kayu olahan Indonesia dengan nilai US$371,42 juta. 

"(Ekspor) bisa naik 10 persen saja sudah sangat bagus sekali," ujarnya kepada Bisnis, Senin (2/9/2019).

Untuk mencapai kenaikan 10 persen itu, APHI kini mengembangkan Indonesia Timber Exchange untuk pemasaran produk kayu olahan secara online. Dengan media daring, rantai dalam pemasaran otomatis akan terputus. 

Purwadi menyebut sejauh ini hanya kayu merbau produksi Papua dan Papua Barat yang dipasarkan di Australia. Dia berharap jenis-jenis kayu lain seperti matoa, mersawa, nyatoh, dan resak juga bisa dipasarkan. 

Dengan demikian, produksi yang semula 45 persen diharapkan meningkat menjadi paling tidak 75 persen.

General Manager Australian Timber Importer Federation John Halkett pada pekan lalu menuturkan saat ini hardwood dari Indonesia hanya dipakai untuk pembuatan rumah di Australia yang mencapai 300.000 unit per tahun.

Oleh karena itu, Indonesia harus mulai memasarkan produk-produk kayu lainnya dan membuat panduan terkait jenis-jenisnya.

Sementara itu, harga hardwood dunia saat ini trennya sedang turun. Australia pun semakin banyak menggunakan produk kayu olahan, termasuk lantai kayu solid dari kayu laminasi yang semuanya dipasok dari China.

Mengenai hal ini, Purwadi menuturkan suplai pasokan hardwood dalam jangka panjang biasanya terjamin. Hanya saja, yang biasanya menjadi hambatan justru karena kontrak jangka pendek atau partai kecil. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutan kayu
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top