Pelaku Industri Pacu Implementasi Circular Economy

Sejumlah pelaku industri mulai mengadopsi circular economy yang dinilai mampu berkontribusi dalam penerapan pola produksi dan konsumsi berkelanjutan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  14:40 WIB
Pelaku Industri Pacu Implementasi Circular Economy
Perajin merapikan tempat sampah hasil daur ulang di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pelaku industri mulai mengadopsi circular economy yang dinilai mampu berkontribusi dalam penerapan pola produksi dan konsumsi berkelanjutan.

Salah satu pelaku industri yang telah memulai menerapkan konsep ekonomi berkelanjutan itu adalah perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman PT Tetra Pak Indonesia.

Environment Manager Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto mengungkapkan konsep circular economy mulai ramai sekitar 3 tahun—4 tahun terakhir. Konsep ini fokus bagaimana suatu produk diambil dari sumber yang berkelanjutan hingga setelah digunakan bisa diolah dan kembali dimanfaatkan.

Dia mengatakan perseroan telah memulai konsep ini sejak 2005, di mana Tetra Pak Indonesia bersama Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) mengembangkan infrastruktur pengumpulan kemasan karton yang telah terpakai.

Hingga 2019, Tetra Pak Indonesia telah bermitra dengan lima pengumpul untuk wilayah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jabodetabek. Perusahaan juga bermitra dengan dua pelaku industri daur ulang, yaitu Leo Graha Sukses Primatama dan Daur Esia Jaya Trimegah, yang mendaur ulang kemasan karton bekas minuman secara berkelanjutan.

Tingkat daur ulang perseroan mencapai 21,2% atau sebanyak 10.338 ton pada tahun lalu. “Pada 2020 nanti, kami mencanangkan target tingkat daur ulang sebesar 24% dan lebih dari 13.000 ton kemasan karton bekas yang akan terdaur ulang,” katanya di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Selain Tetra Pak, perusahaan minuman ringan Coca Cola Indonesia juga membangun ekosistem circular economy melalui tiga pilar, yaitu design, collect, dan partner.

Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia, mengatakan selain melalui program Plastic Reborn 2.0, pihaknya juga menargetkan dapat mendaur ulang semua botol yang diproduksi oleh perusahaan dan anak perseroan sebelum 2030.

Sementara itu, PT Danone Indonesia menyatakan akan mendaur ulang seluruh kemasan Aqua pada 2025. Perseroan akan meningkatkan kadar plastik daur ulang dalam kemasan Aqua menjadi 50% pada 2025 dari 11% pada akhir tahun lalu.

Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan upaya yang akan dilakukan perseroan dalam mencapai target tersebut adalah mendorong program circular economy, edukasi, dan inovasi kemasan. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian dan teknologi dalam untuk mencapai target tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daur ulang

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top