Forever 21 Terancam Pailit, Mitra Adiperkasa Tidak Cemas

Gerai ritel fesyen yang dikelola oleh Mitra Adiperkasa didominasi oleh brand papan atas yang pangsa pasarnya tidak sensitif terhadap harga.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  08:35 WIB
Forever 21 Terancam Pailit, Mitra Adiperkasa Tidak Cemas
Grand Indonesia - grandindonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA — Peritel fesyen PT Mitra Adiperkasa Tbk .(MAPI) terus berupaya memperkuat brand yang dimiliki untuk bisa bertahan menghadapi di tengah tekanan yang dialami oleh industri ritel global.

Corporate Secretary Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati mengatakan, strategi memperkuat brand merupakan cara yang ampuh untuk mempertahankan konsumen, terutama konsumen produk kelas atas.  

“Kami terus memperkuat brand fesyen kami, salah satunya dengan meluncurkan produk-produk terbaru setiap minggu agar konsumen tidak bosan dan tetap membeli produk kami,” katanya kepada Bisnis, Kamis (29/8)

Fetty menilai, gerai ritel fesyen yang dikelola oleh Mitra Adiperkasa didominasi oleh brand papan atas yang pangsa pasarnya tidak sensitif terhadap harga. Oleh karena itu, pihaknya tak begitu khawatir akan ancaman platform dagang-el atau marketplace yang menawarkan produk-produk fesyen dengan harga yang murah.

“Konsumen kami itu tidak sensitif terhadap harga, mereka mementingkan kualitas produk dan brand. Oleh karena itu, kami terus berupaya meningkatkan brand awareness,” ungkapnya

Mitra Adiperkasa merupakan pemegang lisensi penjualan lebih dari 50 brand fesyen papan atas di Indonesia. Berskha, Stradivarius, Zara, Mark and Spencer, dan Cotton On merupakan sebagian kecil dari brand yang berada di bawah naungan perusahaan yang berdiri pada 1995 ini.

Namun, upaya memperkuat brand menurut Fetty tetap harus diikuti oleh penjualan secara daring. Mitra Adiperkasa telah menyiapkan platform dagang el di setiap brand yang diusungnya. Akan tetapi, penjualan dari platform tersebut masih belum bisa menyaingi penjualan langsung di gerai yang tersebar di pusat-pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

“Konsumen kami masih senang berbelanja di gerai secara langsung, mereka tidak sekadar mencari produk dengan harga murah, mereka mencari pengalaman belanja yang berbeda, dan tentunya hal itu tak bisa didapatkan dari platform dagang-el,” papar Fetty.

Industri ritel fesyen tengah menjadi sorotan setelah peritel fesyen asal AS, Forever 21 mempersiapkan pengajuan pailit menyusul adanya kesulitan keuangan dan memudarnya harapan penyelamatan perusahaan.

Dilansir Bloomberg dari sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, perusahaan telah melakukan pembicaraan untuk mencari pembiayaan tambahan dan bekerja dengan tim penasihat dalam upaya restrukturisasi utang, tetapi negosiasi dengan calon pemberi pinjaman terhenti.

Forever 21 diketahui memiliki tiga gerai di Indonesia yang berada di pusat perbelanjaan papan atas di Jakarta, yakni Grand Indonesia Mall, Mall Taman Anggrek, dan Lippo Mall Puri. Ketiga gerai tersebut dikelola oleh PT Fashion Studio Indonesia, anak usaha Sharaf Group yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel, mitra adiperkasa

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top