AP II Bangun Jembatan Mirip Daun Semanggi di Bandara Soekarno-Hatta

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan jembatan baru yang menyerupai setengah daun semanggi guna meningkatkan aksesibilitas dari dan ke bandara.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  12:13 WIB
AP II Bangun Jembatan Mirip Daun Semanggi di Bandara Soekarno-Hatta
Konsep jembatan baru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. - AP II

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura II (Persero) sedang melakukan pembangunan jembatan yang akan digunakan untuk menghubungkan Jalan Perimeter Utara dan Jalan Perimeter Selatan di Bandara Soekarno-Hatta mulai 2020.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan jembatan baru yang menyerupai setengah daun semanggi guna meningkatkan aksesibilitas dari dan ke bandara.

“Jembatan tersebut membuat lalu lintas kendaraan bermotor di kawasan Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Jakarta menjadi terintegrasi. Kami targetkan jembatan ini siap dioperasikan pada 2020,” kata Awaluddin dalam siaran pers, Kamis (29/8/2019).

Jembatan tersebut, lanjutnya, dibangun dengan empat lajur dengan total terdapat sembilan bagian pekerjaan, yakni frontage utara, interchange utara, diagonal utara, clover utara, frontage selatan, interchange selatan, diagonal selatan, clover selatan, dan jembatan utama.

Dia menambahkan jembatan tersebut bisa memberikan alternatif bagi kendaraan bermotor, baik dari Jalan Perimeter Utara langsung menuju Perimeter Selatan dan sebaliknya, atau dari Perimeter Utara/Perimeter Selatan menuju arah bandara/Jakarta.

Adapun, saat ini jumlah pergerakan kendaraan bermotor dari dan menuju Soekarno-Hatta cukup tinggi, seiring dengan jumlah penumpang pesawat yang mencapai 60-70 juta penumpang per tahun. Setiap bulan, taksi di Soekarno-Hatta melayani hingga 200.000 perjalanan penumpang, dan bus mencapai sekitar 29.000 perjalanan.

Sementara itu, pergerakan kendaraan bermotor yang melintas pintu tol Sedyatmo dari dan ke bandara pada hari kerja dan akhir pekan dapat mencapai 1.500 satuan mobil penumpang/jam pada jam sibuk. Pergerakan di ruas jalan lain di bandara dan sekitarnya dapat lebih dari itu yakni berkisar 2.000-6.000 smp/jam.

Awaluddin menilai Bandara Soekarno-Hatta telah menjadi magnet pertumbuhan ekonomi, sehingga aksesibilitas menjadi hal yang cukup penting. Terlebih, saat ini sudah ada sejumlah hotel dan wilayah perkantoran yang membutuhkan  aksesibilitas, agar operasional bandara tidak terganggu.

Sementara itu, infrastruktur yang benar-benar mirip daun semanggi penuh adalah Jembatan Semanggi yang terletak di Jakarta, di persimpangan antara Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara soekarno-hatta, ap ii

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top