Ibu Kota Pindah, Pengusah Ritel Modern Pertimbangkan Ekspansi ke Kaltim

Pelaku bisnis pusat perbelanjaan masih wait and see untuk melakukan ekspansi di lokasi yang ditetapkan sebagai ibu kota baru yaitu di Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kertanegara.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  16:54 WIB
Ibu Kota Pindah, Pengusah Ritel Modern Pertimbangkan Ekspansi ke Kaltim
Gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku bisnis pusat perbelanjaan masih wait and see untuk melakukan ekspansi di lokasi yang ditetapkan sebagai ibu kota baru yaitu di Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kertanegara.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Stefanus Ridwan mengatakan pada umumnya para pelaku usaha bisnis perbelanjaan siap untuk melakukan ekspansi lokasi ibu kota baru tersebut.

Hanya saja, para pengusaha itu masih ingin melihat terlebih dahulu bagaimana kajian lokasi ibu kota baru tersebut.

“Saya kira yang dibangun gak hanya mal, tapi juga office tower, condominium, perumahan. Tetapi itu mesti ada kajiannya dulu, biar kami tahu bangunnya dimana, centra ibu kotanya dimana, jadi itu penting. Perencanaan totalnya dikasih lihat dulu,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, lokasi yang dipilih oleh pemerintah memang sudah cukup bagus untuk dilakukan pembangunan.

Secara geografis, kedua kabupaten tersebut dekat perkotaan yang sudah berkembang di Kalimantan, yakni Balikpapan dan Samarinda yang notabene sudah memiliki lapangan terbang (bandara).  

Selain itu, kedua kabupaten itu juga memiliki infrastruktur yang relatif lengkap dan tersedia lahan yang sudah dikuasai pemerintah seluas 180 hektar.

“Jalan tol juga sudah menyambung. Saya kira lokasi itu cukup bagus dan bisa berkembang, dan yang penting harga tanah tidak tinggi. Selama harga tanah bisa diatur dan gak terlalu mahal ya pembangunan bisa cepat.”

Sementara itu, sama halnya denga pelaku usaha bisnis pusat perbelanjaan, Tutum Rahanta selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) juga mengaku masih menunggu realisasi dari pemindahan ibu kota.

“Saya kira semua bisnis akan mengikuti perkembangan untuk peluangnya,” kata Tutum.

Tutum mengatakan, sebelum diputuskan menjadi calon ibu kota, sudah ada beberapa bisnis ritel yang dibangun di dua kabupaten tersebut seperti Ramayana, Alfamart dan Indomart.

Solihin selaku Corporate Affairs Director Alfamart mengatakan setidaknya di wilayah Kalimantan Timur sudah ada kurang lebih 80 gerai ritel milik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

“Sejauh ini keberadaan gerai-gerai kami disana sudah ada. Kami membuka berdasarkan potensi lingkungannya. Seingat saya untuk wilayah Kaltim sendiri sudah ada 80-an gerai Alfamart.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ibu kota, ritel modern, pindah ibu kota, Pemindahan Ibu Kota, Ibu Kota Dipindah, ibu kota pindah

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top