Grab Luncurkan GrabAndong di Yogyakarta

GrabAndong diluncurkan dengan tujuan meningkatkan daya tarik pariwisata serta kunjungan wisatawan ke lokasi-lokasi destinasi wisata di Yogyakarta yang jumlahnya mencapai 435.775 orang pada 2017 lalu, di mana sektiar 50 persen di antara mengunjungi kawasan Malioboro.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 24 Agustus 2019  |  15:33 WIB
Grab Luncurkan GrabAndong di Yogyakarta
Penampakan GrabAndong di Malioboro, Yogyakarta. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata melalui mitra co-branding Wonderful Indonesia Grab, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta bersama-sama menghadirkan layanan transportasi daring dengan memberdayakan moda transportasi lokal, yakni GrabAndong.

Berdasarkan keterangan resmi, Sabtu (24/8/2019), GrabAndong diluncurkan dengan tujuan meningkatkan daya tarik pariwisata serta kunjungan wisatawan ke lokasi-lokasi destinasi wisata di Yogyakarta yang jumlahnya mencapai 435.775 orang pada 2017 lalu, di mana sektiar 50 persen di antara mengunjungi kawasan Malioboro.

Gubernur DI. Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, GrabAndong bisa dimanfaatkan untuk mendorong potensi penggunaan andong sebagai transportasi penunjang seiring dengan semakin banyaknya jumlah turis di provinsi tersebut.

Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, melalui fitur GrabAndong, perusahaan berusaha meningkatkan penghasilan mitra GrabAndong melalui peningkatan produktivitas serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata.

“Peluncuran ini melengkapi dukungan kami terhadap sektor pariwisata di Yogyakarta setelah sebelumnya mendukung penyelenggaraan ARTJOG MMXIX dan Malioboro Night Festival 2019,” ujar Neneng.

Saat ini, terdapat 500 andong yang tersebar di Malioboro. Di fase pertama GrabAndong, terdapat 26 andong yang terdaftar untuk proyek awal. Grab rencananya akan menambah sekitar 200 mitra untuk GrabAndong dalam waktu enam bulan ke depan.

Adapun sebagian dari pendapatan yang didapat GrabAndong, akan diserahkan ke Paguyuban Andong Daerah Istimewa Yogyakarta untuk digunakan untuk mendukung program perawatan kuda yang didukung oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM).

Sebelumnya, Grab meluncurkan beberapa aplikasi pemberdayaan moda transportasi daring lokal lain di beberapa kota, antara lain GrabBajay di Jakarta, GrabBetor di Medan, dan GrabBentor di Gorontalo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
yogyakarta, Grab Taxi

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top