Menhub : Trayek Tol Laut Kupang Berpotensi untuk Komersial

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan trayek kapal tol laut dan perintis di Kupang dan sekitarnya berpotensi menjadi komersial karena okupansi yang cukup baik.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  19:40 WIB
Menhub : Trayek Tol Laut Kupang Berpotensi untuk Komersial
Pemudik bersiap menaiki KM Sabuk Nusantara 68 menuju Mentawai, di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan trayek kapal tol laut dan perintis di Kupang dan sekitarnya berpotensi menjadi komersial karena okupansi yang cukup baik. 

Menurut dia, kapal nantinya bisa berkeliling di daerah Nusa Tenggara Timur tanpa subsidi. Namun, dia berjanji tetap memberikan harga ekonomis kepada masyarakat.

Budi mengatakan gagasan itu sedang dipertimbangkan dan dihitung dengan cermat oleh Kementerian Perhubungan agar masyarakat tidak mendapatkan kerugian.

"Dari Surabaya itu, setengahnya sudah komersial. Kami harapkan tol laut yang keliling di daerah NTT ini okupansi bisa maksimal dan juga ekonomis. Akhirnya, tanpa subsidi diharapkan akan tetap berjalan," kata Budi, Kamis (22/8/2019).

Mengenai kapal perintis, Budi berpendapat program itu sangat efektif di Kupang. Dia mengaku berdiskusi dengan nakhoda kapal yang melayari rute Kupang-Saumlaki melalui 13 titik pelabuhan dengan waktu tempuh 10 hari pulang-pergi. 

"Dan itu mengangkut sebegitu banyak penumpang dan menjadi kehidupan. Saat ini kami masih subsidi, tapi suatu waktu kalau okupansinya sudah semakin bagus, ini juga akan komersial,” tambahnya.

Untuk kapal ternak, Menhub menyebutkan lima dari enam kapal ternak menjalankan trayek Jakarta dan Kalimantan. Hingga kini, volume muatan ternak mencapai 46.000 ton dan ditargetkan 70.000 ton hingga akhir tahun.

Budi mengatakan, ke depan, hasil ternak dapat dikirim dalam bentuk daging beku untuk mengatasi kekosongan muatan tol laut saat balik dari NTT. Dia menyebutkan kapal tol laut yang mengangkut kontainer kerap kosong dengan muatan hanya 20%-30% saat kembali ke Jakarta dan Surabaya.

Pemerintah, tutur dia, akan menugaskan Pelindo III untuk uji coba pertama menggunakan beberapa kontainer. Kemenhub akan memberikan subsidi.

"Kalau itu berhasil, akan menjadi komersial dan kami perlahan hilangkan subsidinya. Jadi selain bisa mengisi muatan yang kosong, juga akan sangat besar sekali keuntungannya,” jelas Budi. 

Budi juga mengatakan pentingnya pelibatan UMKM dalam program pengapalan hasil ternak dari NTT. Dia berharap UMKM di NTT dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain karena telah berhasil memobilisasi peternak dan mengumpulkan sapi hingga lebih dari 40.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menhub, Tol Laut

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top