Wah, Bogor Rancang Pembangunan Trem, 8 Stasiun Dipersiapkan!

Moda transportasi ini akan menghubungkan Terminal Baranangsiang, Stasiun akhir LRT, Stasiun Paledang, hingga Stasiun Bogor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  09:57 WIB
Wah, Bogor Rancang Pembangunan Trem, 8 Stasiun Dipersiapkan!
Ilustrasi: Kendaraan melintas di dekat proyek pembangunan Light Rapid Transit (LRT) dan tol layang Jakarta Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, BOGOR — Setelah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mewacanakan lintas rel terpadu atau LRT Lmasuk ke Kota Bogor, Jawa Barat, kini Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim tengah membuat konsep moda transportasi berbasis rel lainnya, yaitu trem sebagai angkutan pengumpan dari LRT.

Dedie mengatakan bahwa berdasarkan kajian sementara, akan ada delapan stasiun trem mengelilingi pusat kota.

Menurutnya, moda transportasi ini akan menghubungkan Terminal Baranangsiang, Stasiun akhir LRT, Stasiun Paledang, hingga Stasiun Bogor.

"Rencananya ada delapan stasiun, Lawang Suryakencana, Mall BTM, Jalan Paledang, Alun-Alun Bogor, Jalan Pengadilan, Lapangan Sempur, Mall Lippo Keboen Raya, dan Mall Botani Square," kata mantan Direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu kepada Antara, di Bogor.

Menurutnya Dedie, sebelum mengerucut ke moda transportasi berupa trem, Pemkot Bogor sempat mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan agar rute LRT bisa mengelilingi Kebun Raya Bogor sebelum berakhir di Stasiun Baranangsiang. Hanya saja, opsi tersebut dimentahkan dengan alasan memerlukan biaya yang relatif mahal.

"Kemudian ada pilihan kedua yaitu transportasi berupa monorel, tapi itu pun masih terlalu mahal, kemudian trem pilihan yang paling ideal," kata Dedie.

Dia berharap agar ketika Bogor memiliki beberapa jenis moda transportasi berbasis rel, akan memecah kepadatan di pusat kota. Pasalnya, kini mobilitas masyarakat dari Bogor ke Jakarta terpusat di Stasiun Kereta Rel Listrik Bogor.

Berdasarkan penelitiannya bahkan dari rata-rata 280.000 penumpang KRL per hari, sebanyak 200.000 penumpang bergerak dari arah Bogor menuju Jakarta, sedangkan arah sebaliknya hanya 80.000 penumpang.

"Kiami harapkan dengan sistem transportasi berbasis rel berbahan bakar listrik ini juga akan mengurangi pencemaran udara di pusat kota," tutur Dedie.

Sebelumnya, BPTJ bersama Pemkot Bogor resmi menetapkan wilayah Baranangsiang sebagai stasiun akhir LRT.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menyebutkan bahwa pemilihan lokasi di area yang kini difungsikan sebagai terminal bus itu karena tempat tersebut akan dijadikan transit oriented development oleh Pemkot Bogor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bogor, LRT, TOD Bogor

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top