Papua Miliki Potensi Besar untuk Pengembangan Ternak

Provinsi Papua memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan mengingat besarnya pasokan pakan ternak di kawasan ini.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  20:42 WIB
Papua Miliki Potensi Besar untuk Pengembangan Ternak
Sejumlah ternak sapi mencari makan di padang savana Doro Ncanga kawasan Gunung Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Dompu, Kabupaten Dompu, NTB, Senin (10/4). - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengemukakan potensi besar yang dimiliki Provinsi Papua untuk pengembangan peternakan mengingat besarnya pasokan pakan ternak di kawasan ini.

"Melihat potensi yang dimiliki, Papua bisa mengembangkan potensi peternakan dengan pakan yang memiliki nutrisi tinggi bagi ternak seperti indigofera dan odot," ujar Ketut kala menghadiri Acara Gebyar Upsus Siwab dan Panen Pedet di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (21/8/2019).

Pakan hijau berkualitas sendiri disebut Ketut merupakan faktor penunjang utama untuk mencapai keberhasilan pengembangan ternak.

Adapun untuk 2019, Ketut menuturkan Program Gerakan Pengembangan dan Pemanfaatan Pakan Berkualitas (Gerbang Patas) sudah terealisasi pada lahan seluas 97 hektare. Sementara untuk pengembangan padang pengembalaan sebesar 100 ha sudah terealisasi 100 persen dan pemeliharaan padang pengembalaan telah terealisasi pada lahan seluas 300 ha atau 50,56 persen dari target.

Menyambut pernyataan Ketut, Bupati Keerom, Muhammad Markum menyampaikan kegiatan Gebyar Siwab dan Panen Pedet di Keerom menunjukkan betapa besarnya potensi pengembangan peternakan di Propinsi Papua khususnya Kabupaten Keerom.

Adapun sampai 19 Agustus 2019, capaian layanan inseminasi buatan pada sapi di kabupaten ini tercatat mencapai 525 ekor atau 87,5 persen dari target 600 ekor dengan kebuntingan sebanyak 164 ekor atau 39 persen dari target 420 ekor. Jumlah kelahiran tercatat mencapai 198 ekor atau 58 persen dari target 336 ekor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, peternakan sapi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top