Polusi Udara Jakarta Kian Akut, Ini Rekomendasi Kementerian Kesehatan

Saat ini, polusi udara di wilayah DKI Jakarta semakin buruk sehingga jalan kaki dan mengurangi kendaraan bermotor merupakan solusi agar warga dapat berkontribusi mengurangi jumlah polusi tersebut.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  17:30 WIB
Polusi Udara Jakarta Kian Akut, Ini Rekomendasi Kementerian Kesehatan
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono (tengah), Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi (kanan) dan Kepala Humas BPTJ Budi Raharjo di Jakarta, Jumat (16/8/2019). BISNIS - Rinaldi M Azka

Bisnis.com, JAKARTA --Kementerian Kesehatan merekomendasikan masyarakat di Jakarta melakukan aktivitas fisik dengan berjalan kaki serta mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi menyatakan jalan kaki sebagai bagian dari aktivitas fisik memang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tubuh. 

Saat ini, polusi udara di wilayah DKI JAKARTA kian buruk sehingga jalan kaki dan mengurangi kendaraan bermotor merupakan solusi agar warga dapat berkontribusi mengurangi jumlah polusi tersebut.

“Aktivitas fisik yang bermanfaat untuk kesehatan dilakukan dengan intensitas sedang 4 kali sampai 5 kali per minggu selama minimal 30 menit untuk orang dewasa, dan ini bisa kita lakukan saat berjalan kaki menuju layanan angkutan umum massal,” jelasnya di Jakarta, Jumat (16/8/2019). 

Selain bermanfaat untuk kepentingan bersama, imbuhnya, partisipasi masyarakat dalam mengurangi kemacetan dengan berjalan kaki dan naik angkutan umum massal juga bermanfaat untuk kesehatan pelaku pejalan kaki.  

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menuturkan turut prihatin dengan kondisi udara di ibu kota dan wilayah sekitarnya tersebut. 

"Hari ini air quality index menyatakan bahwa kondisi kota kita terburuk nomor 1 polusinya dengan tingkat ketinggian yang mengkhawatirkan sudah warna ungu atau index-nya kira-kira 240, padahal sebelumnya hanya sekitar 160," jelasnya.

Dengan posisi index sudah berwarna ungu, dia menyatakan warga tidak boleh beraktivitas di luar ruangan, semua pintu mesti ditutup dan tidak menghirup udara bebas.

"Oleh karena itu, kami ingin bekerja sama-sama, bukan hanya persoalan pemerintah tapi pekerjaan bersama-sama. Kita sama-sama tanggulangi dengan menggunakan transportasi ramah lingkungan, dengan berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum," katanya.

Dia mengajak masyarakat Jabodetabek untuk lebih aktif berjalan kaki serta menggunakan angkutan umum massal dalam beraktifitas sehari-hari. 

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan jika persoalan transportasi Jabodetabek tidak hanya sebatas pada kemacetan semata. Menurutnya, dampak dari penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tinggi juga berimbas pada persoalan lingkungan.

“Salah satu upaya yang paling mudah dilakukan untuk mengurangi polusi udara ialah dengan berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum massal,” ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, polusi udara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top