Pacu Kualitas SDM, Kemenperin Prioritaskan Vokasi Industri pada 2020

Untuk mendukung fokus Pemerintahan Presiden Jokowi dalam mengembangkan kualitas SDM, Kemenperin akan mendorong program vokasi industri sebagai prioritas pada 2020.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  13:33 WIB
Pacu Kualitas SDM, Kemenperin Prioritaskan Vokasi Industri pada 2020
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ketiga kiri) berdampingan bersama Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam (kiri), Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Darmawan Widjaja (kanan), Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (kedua kiri) dan Anggota Komisi VI DPR Dito Ganinduto (kedua kanan) sesaat setelah acara peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri di Kawasan Industri Makassar (Kima) Sulawesi Selatan, Rabu (16/1/2019). - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perindustrian mendorong program vokasi dan link and match menjadi prioritas pada 2020 untuk meningkatkan kualitas SDM yang mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Dalam Pidato Kenegaraan Dalam Rangka HUT Ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan lebih fokus mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara-cara baru agar mampu meraih momentum periode bonus demografi pada 2020 hingga 2024.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan pihaknya telah meluncurkan program vokasi industri sejak 2017.

Untuk mendukung fokus Pemerintahan Presiden Jokowi dalam mengembangkan kualitas SDM, Kemenperin akan mendorong program ini sebagai prioritas pada tahun depan.

"Kami dorong vokasi serta link and match menjadi prioritas 2020. Kami juga dorong politeknik dalam program ini," ujarnya di sela-sela Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD, dan Nota Keuangan Tahunan di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Bila pada periode lalu program vokasi melibatkan banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Airlangga menjelaskan ke depan Kemenperin bakal memprioritaskan politeknik. "Kami akan bangun banyak politeknik baru," ujarnya.

Airlangga menyebutkan jumlah politeknik yang akan dibangun disesuaikan dengan anggaran untuk Kemenperin yang disetujui.

Dalam 2 tahun terakhir ini, Kemenperin sudah merealisasikan pembangunan empat politeknik di kawasan industri, yaitu Politeknik Industri Logam di Morowali, Sulawesi Tengah, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, Akademi Komunitas Tekstil di Solo, Jawa Tengah, serta Akademi Komunitas Industri Manufaktur di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Vokasi Industri, airlangga hartarto

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top