Kemenperin : Kebijakan Indonesia Soal Manufaktur Sudah Mirip Eropa

Kementerian Perindustrian mendorong sektor manufaktur agar terus berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan yang ditempuh pun dinilai hampir serupa dengan yang dilakukan oleh negara-negara maju di Eropa.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  16:46 WIB
Kemenperin : Kebijakan Indonesia Soal Manufaktur Sudah Mirip Eropa
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian mendorong sektor manufaktur agar terus berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan yang ditempuh pun dinilai hampir serupa dengan yang dilakukan oleh negara-negara maju di Eropa.

Salah satu langkah strategis yang dijalankan yakni penyusunan kebijakan untuk menunjang peta jalan Making Indonesia 4.0.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan European Business Chambers of Commerce (EuroCham) telah meluncurkan hasil studinya yang  berjudul Transforming Indonesia Economy Toward Industry 4.0. Studi yang dilakukan oleh EuroCham ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Indonesia dalam pengembangan Making Indonesia 4.0.

“Jadi, relatif mempunyai tingkat kebijakan yang comparable (sebanding) dengan negara-negara lain,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (12/8/2019).

Penelitian yang digarap EuroCham membahas empat sektor, yakni manufaktur dan industri 4.0, otomotif, farmasi, serta sumber energi baru yang semua didukung oleh Internet of Things (IoT). “Dari sektor-sektor yang dibahas tersebut, kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia sudah mirip dengan apa yang dilakukan negara-negara di Eropa,” kata Airlangga.

Dia memberi contoh kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan sektor manufaktur dan industri 4.0, Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan regulasi tentang pemberian insentif bagi perusahaan yang menjalankan program pendidikan dan pelatihan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. Hal ini tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019.

“Negara-negara di Eropa juga memberikan super tax deduction hingga 200% untuk perusahaan yang terlibat dalam program pendidikan vokasi. Kemudian memberikan insentif bagi perusahaan yang menciptakan inovasi dari hasil litbangnya, dengan potongan sampai 300%,” katanya.

Ketua EuroCham Corine Tap mengatakan, tujuan utama penelitiannya adalah untuk meningkatkan daya saing Indonesia khususnya pada sektor manufaktur. Hal tersebut juga untuk memacu agar Indonesia menjadi tujuan investasi yang akan mendukung agenda pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri manufaktur

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top