Astra Tol Tangerang Merak Garap Proyek Simpang Susun Balaraja Timur

PT Marga Mandalasakti (ASTRA Tol Tangerang-Merak) memasuki semester 2/2019,  sedang melakukan pekerjaan Simpang Susun (SS) Balaraja Timur dan pelebaran lajur ke-3 sepanjang 12,5 km, mulai dari Balaraja Barat KM 39+200 hingga Cikande KM 51+700.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  18:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Marga Mandalasakti (ASTRA Tol Tangerang-Merak) memasuki semester 2/2019,  sedang melakukan pekerjaan Simpang Susun (SS) Balaraja Timur dan pelebaran lajur ke-3 sepanjang 12,5 km, mulai dari Balaraja Barat KM 39+200 hingga Cikande KM 51+700.

Selain itu, dari segi transaksi, ASTRA Tol Tangerang-Merak sedang melakukan pengembangan teknologi Single Line Free Flow (SLFF).

Pembangunan Simpang Susun Balaraja Timur ini terdiri dari pembangunan jembatan simpang susun, ramp 1 (off ramp arah Jakarta), ramp 2 (on ramp arah Jakarta), ramp 3 (off ramp arah Merak), ramp 4 (on ramp arah Merak) dan jalan akses sampai dengan pertemuan jalan nasional. Simpang Susun ini menghubungkan jaringan jalan antar Jakarta-Merak. Hingga kini, progres pekerjaan sudah memasuki 79%, diharapkan dapat diselesaikan pada semester 2 tahun ini.

“Simpang Susun Balaraja Timur  ini merupakan penyempurnaan akses penghubung jaringan Jalan Tol Tangerang-Merak yang juga bentuk peningkatan pelayanan kami terhadap pengguna jalan. Kami berharap Simpang Susun Balaraja Timur dan Pelebaran Lajur ke-3 Balaraja Barat-Cikande memberikan dampak positif pada pengembangan wilayah dan peningkatan perekonomian Provinsi Banten”, jelas Krist Ade Sudiyono, Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti dalam siaran persnya.

Dukungan terhadap program Pemerintah secara konsisten terus dilakukan ASTRA Tol Tangerang-Merak melalui inovasi dan pengembangan transaksi nirsentuh melalui fr ee flow system. Pada awal penerapan free flow system, ASTRA Tol Tangerang-Merak menggunakan sistem Single Lane Free Flow (SLFF), yaitu sistem pembayaran tanpa henti dalam setiap lajur transaksi.

“Saat ini kami telah menerapkan SLFF Teknologi dengan menggunakan teknologi Dedicated Short Range Communication (DSRC), untuk memungkinkan penyimpanan data atau identitas kendaraan di dalam alat yang diletakkan di dalam kendaraan atau on board unit (OBU). Dalam pelaksanaannya dibutuhkan kesiapan tidak hanya dari pihak pengelola jalan tol saja namun juga kesiapan dari masyarakat untuk beralih dari sistem manual dan otomatis menuju sistem free flow,” jelas Krist.

Saat ini instalasi SLFF sudah dipersiapkan di Entrance Gerbang Tol Serang Barat dan Cikande dan Exit Gerbang Tol Cikupa dan Serang Timur dengan masing-masing 1 lajur yang diharapkan dapat mempercepat waktu tempuh pengguna jalan serta meningkatkan kapasitas transaksi di Ruas Tol Tangerang-Merak.

ASTRA Tol Tangerang-Merak juga memaparkan rencana pemugaran serta master desain Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 68 arah Merak dan Jakarta. Hal ini merupakan langkah mewujudkan peningkatan layanan dalam bidang fasilitas pendukung tol. Dengan menggunakan desain khas bangunan Banten, TIP KM 68 dapat menjadi ikon destinasi Banten serta menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung dan memanfaatkan fasilitas dengan pelayanan yang lebih baik.

Sebagai jalan tol pertama Astra, semoga inovasi peningkatan layanan ASTRA Tol Tangerang-Merak senantiasa dapat selarah dan bersinergi dengan cita-cita BPJT dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berdampak pada kemudahan akses serta peningkatan perekonomian di Indonesia.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol tangerang merak

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top