Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kendalikan Inflasi, Wapres JK Minta Pemda Jangan Asal Sweeping Saat Harga Naik

Dalam pengendalian inflasi pemerintah daerah cukup mengacu pada indeks harga konsumen (IHK) yang menjadi dasar perhitungan inflasi.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  12:43 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kamis (25/7/2019). - Bisnis/Anggara Pernando
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kamis (25/7/2019). - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diminta berfokus pada indikator harga konsumen untuk menjaga masyarakat untuk mau tetap berproduksi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya pemahaman acuan ini agar setiap terjadi kenaikan harga ditingkat petani tidak buru-buru dipadamkan sehingga membuat masyarakat malas berproduksi.

"Inflasi itu apabila harga naik terus menerus  dalam kurun waktu tertentu. Kalau harga cabai naik itu bukan inflasi, itu hanya kenaikan harga. Jadi jangan asal [ada] harga naik bapak [pimpinan daerah] langsung hentikan," kata Jusuf Kalla di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Menurutnya, dalam pengendalian inflasi pemerintah daerah cukup mengacu pada indeks harga konsumen (IHK) yang menjadi dasar perhitungan inflasi. Pengendalian juga harus diliat dalam jangka waktu tertentu.

"Kalau harga yang naik kopi, coklat atau karet biar saja, karena itu bukan barang konsumsi," katanya.

Jusuf Kalla yang juga berlatar belakang sebagai pengusaha mengaku acap kali memerhatikan seringnya pemerintah daerah melakukan sweeping ke pedagang dan produsen jika harga naik.

"Jadi jangan asal harga naik langsung bertindak, sweeping. Kalau IHK naik terus menerus secara kurun waktu tertentu itu inflasi [sehingga baru dilakukan tindakan pengendaliannya]," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jusuf kalla tpid
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top