Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral Eropa Bakal Tunda Stimulus Hingga September? Ini Lima Alasannya

Para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) punya beberapa alasan untuk menunggu hingga September mendatang sebelum berkomitmen melancarkan lebih banyak stimulus moneternya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  13:00 WIB
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA – Para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) punya beberapa alasan untuk menunggu hingga September mendatang sebelum berkomitmen melancarkan lebih banyak stimulus moneternya.

Menjelang digelarnya pertemuan kebijakan ECB pada Rabu (24/7/2019) waktu setempat, anggota Dewan Gubernur ECB telah menyatakan tersedianya langkah-langkah dukungan tambahan, jika diperlukan, guna mendorong ekonomi zona euro yang sedang tertekan.

Hal itu akan menjadi langkah terbaru dalam sejumlah perubahan kebijakan di seluruh dunia menuju pelonggaran moneter yang lebih besar.

Gubernur ECB Mario Draghi mungkin tergoda untuk tampil proaktif dan menyuguhkan paket perubahan kebijakan ketika pertemuan yang dipimpinnya berakhir Kamis pekan ini (25/7/2019). Pasar melihat peluang sekitar 30 persen atas kemungkinan pemangkasan suku bunga deposito sebesar 10 basis poin.

Sebagian besar ekonom, meski demikian, memperkirakan para pembuat kebijakan akan menyesuaikan bahasa kebijakan mereka terlebih dahulu untuk memberi petunjuk suku bunga yang lebih rendah.

Baru kemudian ECB akan menindaklanjuti pertemuan berikutnya pada bulan September dengan langkah pemangkasan dan janji untuk memulai kembali pembelian aset. Seperti dilansir dari Bloomberg, perkiraan tersebut didasarkan pada lima alasan berikut:

1. Tunggu The Fed

Otoritas moneter Amerika Serikat (AS) ini diantisipasi akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan depan, langkah pemangkasan pertama dalam lebih dari satu dekade.

The Fed bahkan sempat ramai dispekulasikan bakal mengambil langkah lebih agresif melalui penurunan sebesar 50 basis poin, sebelum sejumlah pejabat kebijakan menyoroti ketahanan ekonomi AS.

Jika The Fed membuat kejutan dengan langkah agresif atau menandakan dimulainya siklus pelonggaran, nilai tukar euro bisa terapresiasi terhadap dolar AS.

Artinya itu akan menempatkan tekanan pada inflasi zona euro dan mengurangi ekspor, sehingga membuat ekonomi semakin lemah. ECB mungkin perlu menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan para pejabat AS guna merumuskan respons, terutama karena ECB memiliki ruang lebih sedikit untuk menurunkan suku bunga.

2. Data ekonomi

Angka-angka yang menggambarkan keadaan ekonomi kawasan euro akan dirilis setelah pertemuan ECB pekan ini, termasuk pertumbuhan kuartal kedua dan data inflasi baru.

Para pembuat kebijakan memang biasanya memiliki akses ke statistik yang lebih terperinci dibandingkan dengan para pelaku pasar keuangan.

Namun, setiap informasi tambahan tentang berapa lama perlambatan yang dipicu oleh manufaktur di kawasan ini dapat bertahan, akan membantu dalam mengkalibrasi respons terutama dengan data terkini yang menunjukkan beragam gambaran.

3. Proyeksi baru

ECB cenderung akan mengumumkan perubahan kebijakan utama ketika meluncurkan proyeksi ekonomi baru, karena proyeksi yang direvisi mendukung alasan untuk menambah atau mengurangi stimulus. Sementara itu, pembaruan proyeksi berikutnya dijadwalkan rilis pada bulan September.

Putaran proyeksi sebelumnya pada bulan Juni memperkirakan inflasi rata-rata sebesar 1,3 persen tahun ini dan hanya 1,6 persen pada tahun 2021. Namun ini mengasumsikan pertumbuhan harga yang sedikit lebih kuat pada kuartal kedua daripada apa yang akhirnya terjadi.

4. Ekspektasi Pasar

Meski para pembuat kebijakan mengatakan tidak mengacuhkan ekspektasi pasar, ekspektasi-ekspektasi ini sulit untuk sepenuhnya diabaikan.

Investor tidak benar-benar memperhitungkan pemangkasan suku bunga 10 basis poin hingga September. Beberapa pejabat ECB sudah mengklasifikasikan pelaku pasar bersifat terlalu pesimistis dalam pertemuan bulan lalu, dan mungkin kini ingin menghindari memberikan pandangan yang terlalu negatif.

5. Kompleksitas paket

Alasan terakhir, langkah-langkah yang tampaknya akan diumumkan ECB bakal membutuhkan pertimbangan yang cermat tentang bagaimana menerapkannya.

Sebagian besar analis berpendapat bahwa suku bunga deposito lebih rendah, yang sudah sebesar minus 0,4 persen, akan memerlukan mekanisme untuk membebaskan sejumlah deposito bank dari beban biaya. Sejauh ini, pembuat kebijakan belum menyatakan preferensinya.

ECB mungkin juga perlu mengubah aturan yang diberlakukan sendiri guna memungkinkan pembelian obligasi lebih lanjut, dan bisa memerlukan waktu untuk memastikan konsekuensi apapun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank sentral eropa bank sentral eropa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top