Tekan Tingkat Emisi, BHP Siap Gelontorkan Dana US$400 Juta

Emiten tambang terbesar dunia, BHP, menyatakan siap menginvestasikan dana senilai US$400 juta untuk mengembangkan teknologi yang mampu mengurangi emisi dari kegiatan operasionalnya dan hasil penggunaan sumber dayanya.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  18:08 WIB
Tekan Tingkat Emisi, BHP Siap Gelontorkan Dana US$400 Juta
Asap membubung dari cerobong-cerobong asap sebuah pabrik pemanas di Jilin, China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten tambang terbesar dunia, BHP, menyatakan siap menginvestasikan dana senilai US$400 juta untuk mengembangkan teknologi yang mampu mengurangi emisi dari kegiatan operasionalnya dan hasil penggunaan sumber dayanya.

Nilai tersebut sekitar 5 persen dari laba dasar setahun penuh yang diumumkan Agustus lalu senilai US$8,93 miliar. Adapun BHP menargetkan emisi hingga 0 persen setelah 2050.

"Dalam lima tahun ke depan, program ini akan meningkatkan teknologi rendah karbon yang sangat penting untuk dekarbonisasi kegiatan operasional perusahaan," tutur CEO BHP Andrew Mackenzie dalam keterangan resmi, Selasa (23/7/2019).

Menurutnya, keberhasilan investasi tersebut secara komersial akan meningkatkan semangat dan menciptakan kemitraan yang lebih inovatif untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dia menyatakan pihaknya harus mengambil peran terkait pengawasan produk di seluruh rantai nilai perusahaan dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak pengirim, pengolah, dan pengguna produk untuk mengurangi emisi kategori 3.

Adapun emisi dibagi ke dalam beberapa kategori. Kategori 1 dan 2 mencakup emisi langsung dan emisi tidak langsung yang dihasilkan oleh daya yang dibeli untuk menjalankan kegiatan operasional, sedangkan emisi kategori 3 disebabkan oleh penggunaan produk perusahaan, misalnya dalam pembuatan baja.

Saat ini, BHP merupakan produsen batu bara kokas terbesar yang digunakan bersama bijih besi untuk membuat baja. Proses peleburan tersebut disinyalir bertanggung jawab terhadap jutaan ton emisi CO2.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, emisi karbon

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top