Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eksplorasi Blok Corridor : ConocoPhillips Siapkan Akuisisi Data Seismik dan Pengeboran

Kementerian ESDM menetapkan dana komitmen kerja pasti (KKP) pengelolaan Blok Corridor setelah 2023 senilai US$250 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk lima paket data seismik 3D dan pengeboran sembilan sumur pengembangan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  13:31 WIB
Eksplorasi Blok Corridor : ConocoPhillips Siapkan Akuisisi Data Seismik dan Pengeboran
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (ketiga kanan) didampingi jajaran pejabat SKK Migas menyampaikan keterangan pers capaian kinerja hulu migas 2018 dan target 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian ESDM menetapkan dana komitmen kerja pasti (KKP) pengelolaan Blok Corridor setelah 2023 senilai US$250 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk lima paket data seismik 3D dan pengeboran sembilan sumur pengembangan.

Rencana kegiatan pendukung eksplorasi tersebut akan dilakukan kontraktor ConocoPhillips di Blok Corridor setelah 2023. Adapun Menteri ESDM Ignasius Jonan telah memberikan persetujuan perpanjangan pengelolaan Blok Corridor kepada kontraktor existing.

Dalam persetujuan tersebut, pemerintah menetapkan besaran hak partisipasi Blok Corridor untuk ConocoPhillips (Grissik) Ltd. sebesar 46 persen (operator), Talisman Corridor LTd (Repsol) sebesar 24 persen, dan Pertamina Hulu Energi Corridor sebesar 30 persen. Hak partisipasi tersebut masing-masing sudah termasuk 10 persen untuk bagian BUMD.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti (KKP) lima tahun pertama di Blok Corridor digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti akuisisi data seismik 3D dan sumur pengeboran.

"Akuisisi data seismik 3D itu ada lima paket, kemudian ada pengeboran sembilan sumur pengembangan," katanya, Senin (22/7/2019) malam.

Untuk perkiraan produksi migas ke depan, Dwi mengatakan volumenya dapat ditahan stabil seperti saat ini jika ditemukan tambahan cadangan. Jika tidak, maka produksinya tetap turun. 

Saat ini, cadangan gas terbukti di blok ini tercatat sebanyak 4 triliun kaki kubik (TCF). “Mungkin sampai 2043 itu [cadangan] tinggal beberapa TCF saja. Kalau kalkulasikan sampai 2026 dengan decline rate, kemungkinan tingga 2 TCF, kecuali kalau ada temuan-temuan baru,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Commercial and Business Development ConocoPhillips Taufik Ahmad mengatakan ConocoPhillips (Grissik) Ltd., akan melakukan perencanaan kegiatan setelah 2023 dengan lebih matang. Apalagi setelah mendapatkan  kejelasan terkait pengelolaan Blok Corridor.

"Kami nanti work commitment akan mulai siapkan walaupun 2023 baru waktunya. Dengan adanya pengumuman, ini persiapan dan perencanaan akan dimulai," katanya.

Terkait potensi cadangan migas di Blok Corridor, lanjut Taufik, pihaknya akan lebih mengintensifkan berbagai studi yang akan dilakukan. "Dengan adanya pengumuman ini, kan kita lebih ada kepastian. Intensifkan lagi studinya," kata Taufik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas skk migas
Editor : Lucky Leonard
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top