Harga Premium di Pulau Rote dari Rp12.000 Jadi Rp6.450 Per Liter

SPBU Kompak dioperasikan dengan tanki timbun berkapasitas 80 kiloliter (KL). SPBU BBM Satu Harga di Rote Ndao ini memiliki sarfas kapasitas tangki pendam untuk Premium 40 KL, Solar 20 Kl, dan Pertalite 20 KL.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  20:58 WIB
Harga Premium di Pulau Rote dari Rp12.000 Jadi Rp6.450 Per Liter
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto (kiri) dan Bupati Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur Paulina Haning-Bullu (kanan) mencoba mengisi bensin kendaraan di SPBU Kompak yang tepatnya berada di Desa Edalode, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/7/2019). - Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, ROTE NDAO – Harga Bahan Bakar Minyak di Rote Ndao, NTT yang semula Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter kini menjadi Rp6.450/liter untuk premium dan Rp 5.150/liter untuk solar pasca pengoperasian SPBU Kompak di wilayah tersebut.

SPBU Kompak yang tepatnya berada di Desa Edalode, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur merupakan bagian Program BBM Satu Harga. SPBU Kompak merupakan titik ke-128 dari 154 titik yang telah dioperasikan Pertamina.

SPBU Kompak dioperasikan dengan tanki timbun berkapasitas 80 kiloliter (KL). SPBU BBM Satu Harga di Rote Ndao ini memiliki sarfas kapasitas tangki pendam untuk Premium 40 KL, Solar 20 Kl, dan Pertalite 20 KL. Sementara itu, layanan di SPBU ini terdiri dari 8 nozzle, sebanyak 4 nozzle untuk Premium, 2 nozzle Solar, dan 2 nozzle Pertalite.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan suplai BBM ke Pulau Rote dipasok dengan menempuh jarak 60 kilometer yakni dari TBBM Tenau, Kupang melalui kapal laut. Kemudian, dilanjutkan mobil tangki dengan menempuh perjalanan sekitar 8 hingga 9 jam.

SPBU Kompak akan menjamin kebutuhan bahan bakar masyarakat sebesar 4.000 liter premium dalam sehari dan 2.000 liter solar dalam sehari. Sementara, Rote Ndao sebelumnya juga mengoperasikan dua SPBU di Kecamatan Ba'a dengan total menjamin kebutuhan 12.000 liter premium sehari dan 4.000 liter solar sehari.

Sementara, Rata-rata konsumsi BBM masyarakat di Rote Ndao yakni mencapai 450 KL per bulan untuk premium dan 150 KL solar per bulan.

"Target kita semakin banyak SPBU yang dihangun di setiap kecamatan, dalam lima tahun ke depan rencananya ada penambahan 500 SPBU di seluruh Indonesia," katanya, Jumat (19/7/2019).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan kehadiran SPBU Kompak di wilayah ujung selatan Indonesia,  semakin melengkapi layanan BBM Satu Harga Pertamina yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.

Menurut Fajriyah, kehadiran BBM Satu Harga di Pulau Rote, menjadikan harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per liter, kini harganya sama dengan di wilayah lain yakni Rp 6.450 untuk premium dan Rp 5.150 untuk solar.

“Pertamina terus komitmen mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok tanah air, sehingga saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah 3T, bisa mendapatkan akses energi dengan harga terjangkau,” katanya.

Bupati Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur Paulina Haning-Bullu mengakui kabupaten tersebut kerap mengalami kesulitan pasokan BBM terutama saat cuaca buruk yang terjadi antara Januari hingga Maret. Dia pun meminta agar pembangunan SPBU di Rote Ndao ditambah lagi untuk mencukupi kebutuhan di bagian barat pulau.

"Kami daerah kepulauan sehingga ada waktu tertentu langka di Rote karena tidak ada penyebrangan masalahnya adalah kalau hujan dan angin, kami titip di pundak Dirjen bangun sebuah jober di Rote Ndao untuk menunjang kelancaran BBM di Rote Ndao," katanya.

Secara nasional, sebaran 154 titik BBM Satu Harga yang telah dibangun Pertamina terletak di Papua (32 titik), Kalimantan (34 titik),  Sumatera (26 titik),  Nusa Tenggara (24 titik), Sulawesi (17 titik),  Maluku (16 titik) dan Jawa-Bali (5 titik).

Program BBM Satu Harga dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2017 dan hingga akhir tahun 2019, ditargetkan 160 titik, sehingga tersisa hanya 6 titik lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga BBM, pertamina, bbm bersubsidi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top