Kebocoran Hidrolik, Garuda Pengangkut Calon Jamaah Haji Putar Balik ke Sultan Hasanuddin

Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 1114 yang mengangkut calon jamaah haji kemarin putar balik ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  07:56 WIB
Kebocoran Hidrolik, Garuda Pengangkut Calon Jamaah Haji Putar Balik ke Sultan Hasanuddin
Teknisi bersiap memeriksa pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 1114 yang mengangkut calon jamaah haji kemarin putar balik ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat kembali ke Makassar karena ada masalah teknis yakni kebocoran hidrolik.

“Pesawat yang berangkat sesuai jadwal pukul 19.05 WITA, setelah terbang 2,5 jam round to base karena masalah teknis hydraulic leak (kebocoran hidrolik),” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Ikhsan mengatakan pesawat tersebut kembali tiba di Makassar sekitar pukul 00.30 WITA. Sementara itu, jamaah kloter 14 tersebut sudah diberangkatkan kembali dari Makassar pada pukul 06.00 WITA dengan menggunakan pesawat bekas kloter 13.

Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Jauhari mengonfirmasi terjadi penundaan penerbangan pesawat pengangkut jamaah calon haji asal Indonesia ke Madinah.

Jauhari menjelaskan, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji menuju Madinah, mengalami masalah teknis.

"Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara asal di Makassar dan mengalami keterlambatan,” katanya.

Hal itu berdampak pada penyediaan akomodasi dan katering jamaah kloter UPG 14.

Koordinasi terkait perubahan tersebut telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait, sehingga tidak berdampak buruk bagi ibadah jamaah. 

Dari sisi katering misalnya, jika tidak dilakukan koordinasi maka makanan akan terlanjur disediakan padahal jamaah telat datang.

Selain itu, koordinasi dilakukan agar keterlambatan pesawat Garuda ini tak berdampak pada waktu penyewaan hotel. 

"Layanan akomodasi basisnya adalah kedatangan. Jika mengacu pada jadwal awal, tentu check out-nya juga lebih cepat. Maka kami mengantisipasi berupa reploting agar hak jamaah untuk melaksanakan arbain terpenuhi," kata Jauhari.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, Ibadah Haji

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top