Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Beri 3 Jamu Manis

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019 menyatakan ada tiga kebijakan moneter.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  16:43 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Tengah) bersama dengan Dewan Gubernur BI sebelum menggelar jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI Juli 2019 di Jakarta, Kamis (18/7/2019). Bisnsis - Gloria F.K Lawi
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Tengah) bersama dengan Dewan Gubernur BI sebelum menggelar jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI Juli 2019 di Jakarta, Kamis (18/7/2019). Bisnsis - Gloria F.K Lawi

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019 menyatakan ada tiga kebijakan moneter.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut selain menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate (7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basia poin menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

Perry mengklaim bahwa kebijakan tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi. Selain itu, kata Perry, kebijakan ini perlu mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. Utamanya di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali.

"Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif," jelas Perry di Gedung BI MH. Thamrin, Kamis (18/7/2019).

Dia menyatakan, kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian. Selain itu, kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang masih terbuka ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi lebih lanjut," terang Perry.

Perry juga menjanjikan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top