Setelah Evakuasi Crane Roboh, Aktivitas Bongkar Muat di TPKS Berlanjut

Kegiatan bongkar muat mulai dilanjutkan pada pukul 20.39 WIB dengan rencana menurunkan peti kemas on chasis domestik ke lapangan penumpukan (CY) domestik.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  23:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Kegiatan bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) kembali berjalan setelah evakuasi dilakukan atas insiden robohnya container crane akibat terhantam kapal kontainer MV Soul of Luck.

PT Pelindo III (Persero) melaporkan, kegiatan bongkar muat mulai dilanjutkan pada pukul 20.39 WIB dengan rencana menurunkan peti kemas on chasis domestik ke lapangan penumpukan (CY) domestik.

Kemudian, kegiatan bongkar domestik dihentikan hingga kegiatan MV Kanway Galaxy selesai. Bongkar peti kemas kapal milik Samudera Indonesia itu dilanjutkan, lalu memuat kontainer yang memungkinkan untuk dimuat.

Koordinasi sudah dilakukan dengan KSOP [Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang], Samudera Indonesia, dan Meratus," kata VP Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata, Minggu (14/7/2019).

Satu unit container crane (CC) di TPKS roboh setelah kapal MV Soul of Luck yang akan sandar di dermaga internasional TPKS membentur crane. CC nomor 3 yang berada di paling ujung dermaga roboh.

"Tidak ada kecelakaan kerja baik meninggal atau luka berat dalam peristiwa ini karena pelindo III menerapkan standart safety yang tinggi untuk seluruh terminalnya, termasuk Terminal Peti Kemas Semarang. Mengenai crane yang rusak, sudah diasuransikan,” tambah Wilis Aji Wiranata.

Mengenai penyebab insiden, Pelindo III masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Operasional bongkar muat di dermaga diharapkan kembali berjalan normal sehingga TPKS tetap bisa melayani para pengguna jasa logistik. Terminal ini penting karena menjadi gerbang ekspor dan impor di Jawa Tengah.

"Pelindo III akan berupaya untuk mengatasi insiden dengan cepat dan risiko yang terjadi dapat terkelola dengan baik."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan tanjung emas, kecelakaan kapal

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top