Adu Servis Pemesanan Hotel Daring

Beberapa pemain yang muncul antara lain Airy, Reddorz, Travelio, OYO Hotels & Homes, Zen Room, Airbnb dan sebagainya.
Akbar Evandio, Reni Lestari, Tika Anggreni Purba
Akbar Evandio, Reni Lestari, Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  05:00 WIB
Adu Servis Pemesanan Hotel Daring
Ilustrasi aplikasi pesan hotel. - Husin Parapat

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis perhotelan dalam platform digital saat ini berkembang pesat dengan berbagai model bisnisnya. Beberapa disebut sebagai virtual hotel operator (VHO), room aggregator, accommodation orchestrator network (ANO), atau sebagian menyebut diri sebagai jaringan hotel berbasis teknologi digital.

Beberapa pemain yang muncul antara lain Airy, Reddorz, Travelio, OYO Hotels & Homes, Zen Room, Airbnb dan sebagainya.

Pemain lokal yang gencar ekspansi adalah Airy, yang menyebut bisnisnya sebagai accommodation orchestrator network (ANO). Airy bekerja sama dengan lebih dari 1.000 mitra di Indonesia dan telah diperkuat oleh lebih dari 1.000 properti yang tersebar di lebih dari 90 kota. Jumlah ini terus ditambah sejalan dengan ekspansi bisnis yang digencarkannya.

Vice President Marketing Airy Ika Paramita mengatakan, sebagai perusahaan teknologi, inovasi menjadi ciri khas dan keunggulan. Pihaknya menyiapkan platform berbasis teknologi yang memudahkan akses terhadap akomodasi berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, disediakan pula pilihan kamar hotel yang bervariasi sesuai dengan anggaran, tanpa mengorbankan kenyamanan.

Bagi pemilik properti, Airy memberikan Property Management System yang komprehensif guna membantu pemilik dalam mengelola bisnis penginapannya.

Mengandalkan solusi berbasis teknologi, fitur-fitur seperti Booking and Reservations System, Human Resources System, dan Finance System yang mudah diakses secara real time, dan menyajikan informasi secara transparan sehingga meningkatkan efisiensi dari segi waktu maupun pembiayaan.

Airy memiliki kriteria untuk setiap kamar harus menyediakan tujuh fasilitas utama seperti, pendingin ruangan, televisi, tempat tidur yang bersih, air minum, makanan ringan, perlengkapan dasar mandi, dan air panas.

Sedangkan standardisasi layanan, digagas program Airy Community berupa pelatihan keterampilan di bidang hospitality bagi karyawan dari mitra properti, agar mampu menghadirkan layanan yang memuaskan para pelancong.

Airy mengklaim berhasil mendorong tingkat okupansi properti kategori flagship hingga 60%-70% per bulan, serta menekan biaya operasional sebesar 30% hingga 35%. Bahkan pada Ramadan dan musim liburan Lebaran tembus 100%.

Ika menjelaskan, sebagai perusahaan lokal, pemahaman tentang pasar dalam negeri menjadi salah satu keunggulan. Menurutnya, milenial Indonesia menjadi salah satu kunci bagi Airy.

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 11 Juli 2019

Platform serupa yang juga agresif adalah RedDoorz.

Vice President Operations RedDoorz, Adil Mubarak mengklaim, Reddorz merupakan platform pemesanan hotel online paling terjangkau yang menawarkan kamar terbaik dan terstandardisasi, yang didirikan pada 2015 di Jakarta.

“RedDoorz membantu pelaku bisnis perhotelan dan pemilik guest house untuk menampilkan dan mempromosikan properti mereka melalui platform yang responsif, menjangkau audiens yang lebih besar, meningkatkan distribusi, serta mendapatkan branding dan efisiensi operasional,” paparnya.

Kini, RedDoorz memasarkan 17.000 kamar di 40 kota di Indonesia, Filipina, Singapura, dan Vietnam.

Paltform ini melakukan pemeriksaan kualitas yang menyeluruh untuk memastikan para tamu dilayani dengan pengalaman yang konsisten, selama menginap di salah satu properti mitranya.

“Pengalaman menginap mendorong permintaan bisnis yang berkelanjutan. Kami juga membantu branding wisma atau hotel dengan menggunakan merek RedDoorz untuk menanamkan kepercayaan dan memperkuat basis pelanggan setia,” jelasnya.

Adil mengungkapkan, standardisasi bisnis itu juga mencakup edukasi bagi mitra untuk meningkatkan pelayanan. “Pemilik properti dapat meningkatkan bisnis mereka dan kami akan membantu menangani distribusi, harga, penjualan, pemasaran, customer service, dan teknologi. Saat ini, Reddorz memiliki mitra di seluruh dunia dengan 1.100 properti.

Perusahaan teknologi perhotelan dari India juga cukup ekspansif. OYO Hotels & Homes misalnya, menyebut bisnisnya sebagai jaringan hotel yang menyewakan kamar dan bekerja sama dengan mitra pemilik properti. “Kami jaringan hotel berbasis teknologi dalam pengoperasiannya,” ujar Meta Rostiawati, Head of PR & Communication OYO Hotels & Homes Indonesia.

Berawal dari tingginya kesenjangan antara permintaan dan penawaran pasar akan kebutuhan penginapan di kelas low budget dan menengah, memaksa para wisatawan untuk berkompromi dengan lokasi, kualitas, dan harga ketika memilih akomodasi.

“Kondisi itu yang membuat OYO fokus pada pengembangan teknologi dan sumber daya manusia untuk mengatasi kesenjangan di industri perhotelan tadi.”

Baca juga: Penjualan Emas Batangan Pegadaian Galeri24 Meningkat

OYO kemudian mengajak pemilik hotel atau properti untuk memanfaatkan inovasi berbasis teknologi, dan membangun ekosistem hotel yang baru sesuai dengan standar OYO.

“Kami mengubah hotel berskala kecil, menengah, dan unbranded menjadi penginapan berkualitas.”

Selain make over, OYO juga mentransformasi sistem dan jangkauan pasar hotel-hotel yang menjadi mitranya.

Berdasarkan data OYO, rata-rata peningkatan okupansi dari pemilik properti mitranya mencapai 20%—30%. “Perhitungan revenue per available room, hotel mitra OYO meningkat 2,5 kali."

PENGINAPAN ALTERNATIF

Penyedia penginapan dan hotel yang menjadi mitra platform digital umumnya menyediakan fasilitas tinggal harian. Hal itu tidak berlaku pada Travelio. Felicia Gautama, Head of Business Development Travelio mengatakan, adanya pilihan short stay, medium stay dan long stay menjadi salah satu keunggulannya. Layanan tersebut menyediakan pilihan tinggal secara bulanan, hingga tahunan.

Travelio banyak mengelola apartemen dan guest house yang memenuhi standar. Ke depan, pihaknya akan menggandeng para pemilik vila, baik individu maupun pengembang.

“Untuk pengembang ada 30 proyek yang sedang kami garap, sedangkan mitra individual untuk property management saat ini ada sekitar 2.000 unit,” katanya.

Selain menangani para mitra, pihaknya juga mengakomodasi pemilik untuk merasakan tinggal di unit mereka, dengan sistem kuota. Travelio menerapkan tiga kelas dalam pengelolaan unitnya, yakni standard, deluxe dan premium.

Travelio juga mengembangkan kerja sama dengan pengembang dan pemilik properti untuk wilayah Bogor, Bali, Semarang, Balikpapan, dan Makassar.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah dan Dolar AS Hari Ini, 11 Juli 2019

Felicia optimistis banyaknya pasokan unit properti yang dibangun oleh para developer, dan pengelolaan aset yang belum maksimal membuka peluang besar bagi bisnis sewa hunian melalui platform digital.

Sementara itu, Country Manager Indonesia Zen Room, Sam Makhlouf menjelaskan bahwa perusahaannya didirikan pada 2015 di Indonesia dan sangat selektif dalam memilih hotel murah independen yang menjadi mitra.

“Kami membantu mengembangkan para mitra dan turut melakukan audit berkala demi menjamin tempat singgah yang nyaman.”

Zen Room yakin dengan model waralabanya dapat bersaing, karena pihaknya mampu mengoptimalisasi struktur biaya hotel dan menjalankan pemasaran dan promosi online secara besar-besaran dan efektif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhotelan

Sumber : Bisnis Indonesia Weekend

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup