Demi Integrasi Antarmoda, MRT Jakarta Libatkan ITDP Indonesia

PT Mass Rapid Transit Jakarta bekerja sama denga Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) Indonesia untuk meningkatkan layanan dan integrasi antarmoda transportasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  16:51 WIB
Demi Integrasi Antarmoda, MRT Jakarta Libatkan ITDP Indonesia
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Stasiun CSW, Jakarta, Senin (1/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Mass Rapid Transit Jakarta bekerja sama denga Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) Indonesia untuk meningkatkan layanan dan integrasi antarmoda transportasi.

Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William P Sabandar mengatakan operator angkutan massal moda raya terpadu itu ingin angkutan massal berbasis rel bisa lebih aman, nyaman dan ramah bagi masyarakat.

“Ini sebuah awal dari sebuah proses yang ingin MRT lakukan dengan seluruh stakeholder, bagaimana MRT bisa interkoneksi dengan semua moda,” katanya di Wisma Nusantara Jakarta Pusat seperti dikutip Antara, Kamis (11/7/2019).

Saat ini, William mengatakan MRT fokus pada perjalanan kaki dan pesepeda. Rencana itu juga untuk mendorong Jakarta ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda sekaligus ramah lingkungan dengan mengurangi polusi dari penggunaan bahan bakar minyak.

“Bagaimana MRT dan ITDP merencanakan program bersama mendorong Jakarta aman, nyaman dan lestari,” tuturnya.

William menambahkan program itu diupayakan menjadikan Stasiun MRT ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Total ada 13 stasiun MRT mulai dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI akan dibuat aman dan nyaman, sehingga masyarakat di sekitarnya bisa mengakses stasiun MRT.

Kolaborasi antara MRT Jakarta dan ITDP ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Direktur Utama PT MRT Jakarta dan South East Asia Director ITDP Yoga Adiwinarto.

Yoga mengatakan kerja sama ini bagian dari sumbang pemikiran ITDP dalam mendukung layanan transportasi di Jakarta.

Menurutnya, MRT adalah simbol untuk memperbaiki perilaku masyarakat menggunakan angkutan umum. “Kita tidak hanya fokus dari stasiun satu ke stasiun lain, tapi juga kerja sama konektivitas dan integritas antar moda,” kata Yoga.

Dia menambahkan tidak hanya program saja, kolaborasi ini juga akan ada aksi bersama yang akan dielaborasi antar kedua pihak untuk membangun sistem transportasi yang terkoneksi.

Sejak diresmikan bulan Maret 2019, MRT hadir sebagai moda transportasi alternatif bagi masyarakat Ibu Kota Jakarta dalam menghindari macet di jalan raya.

MRT tidak hanya sekedar membantu mengatasi kemacetan, tetapi juga sebagai pendorong bagi Pemprov DKI Jakarta untuk merestorasi tata ruang kota seperti pembangunan jalan trotoar menuju stasiun atau menyediakan angkutan umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, Integrasi transportasi Jabodetabek

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top