Tiga Alasan Ekspatriat Berinvestasi Properti Versi Pengembang Australia

Pemerintah, kata Iwan Sunito, CEO Crown Group, pengembang asal Australia perlu mempertimbangkan tiga cara hal untuk mendorong ekspatriat untuk berinvestasi di Indonesia.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  14:37 WIB
Tiga Alasan Ekspatriat Berinvestasi Properti Versi Pengembang Australia
Proyek rumah mewah. - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Iwan Sunito, CEO Crown Group, pengembang asal Sydney, Australia mengapresiasi kebijakan pemerintah atas dikeluarkannya regulasi fiskal sebagai stimulus properti segmen mewah.

Akan tetapi, katanya, pemerintah perlu mempertimbangkan tiga cara hal untuk mendorong ekspatriat untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurutnya, terdapat tiga alasan mendasar mengapa ekspatriat terdorong untuk melakukan investasi, salah satunya yakni keinginan diri untuk bertempat tinggal di negara tersebut.

"Biasanya mereka memilih berinvestasi properti untuk retired atau tinggal di sana. Ini tidak banyak, tetapi mulai terlihat sedikit demi sedikit," tuturnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Alasan kedua, yakni adanya kebutuhan berpendidikan seperti sekolah atau pun kuliah di sebuah negara. "Oleh karena itu, di Australia banyak jutaan orang melakukan hal ini karena pendidikan menjadi salah satu pasar properti terbesar."

Selain itu, alasan ketiga, adalah potensi meningkatnya investor global investor karena adanya potensi yang luar biasa di sebuah negara.

Menurut Iwan, investor global masih sedikit di Indonesia, tetapi dengan masuknya perusahaan-perusahaan asing seperti dari China dan Jepang, Iwan berharap hal itu dapat meningkatkan investasi.

Meskipun demikian, Iwan mengakui bahwa Investor di Indonesia sebagian sudah mulai berani berinvestasi, tetapi di sisi lain, sebagian banyak yang takut melakukan investasi karena terlalu banyak peraturan yang diubah-ubah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah mewah, ppnbm, barang mewah

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup