Eksplorasi Migas : Pertamina Cari Cadangan Baru di Selat Malaka

Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO) melakukan kegiatan eksplorasi dengan melakukan survei seismik 2D di Perairan Selat Malaka, Aceh sepanjang 1.800 kilometer.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  15:46 WIB
Eksplorasi Migas : Pertamina Cari Cadangan Baru di Selat Malaka
Aktivitas di Sumur Parang-1 yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) Nunukan Company yang berada sekitar enam kilometer dari Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. - Antara/Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA—Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO) melakukan kegiatan eksplorasi dengan melakukan survei seismik 2D di Perairan Selat Malaka, Aceh sepanjang 1.800 kilometer.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Meidawati mengatakan survei seismik merupakan langkah penting anak usaha PHE untuk berkontribusi mendukung ketahanan energi nasional.

“Sepanjang 2018 hingga pertengahan 2019, PHE telah melakukan pengeboran 6 sumur eksplorasi," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (9/7/2019).

Kegiatan seismik pada tahapan eksplorasi bertujuan untuk mengetahui gambaran bawah permukaan yang akan menjadi dasar pemodelan sistem petroleum untuk dapat mengetahui  lokasi akumulasi hidrokarbon beserta besar cadangannya.

Kegiatan 2D Seismik laut tersebut melingkupi dua wilayah, yakni Aceh Timur dan Aceh Utara  yang berbatasan langsung dengan perairan Thailand dan Malaysia. Menurutnya, hasil seismik tersebut akan mengkonfirmasi potensi akumulasi hidrokarbon yang akan menjadi lapangan andalan untuk menahan laju penurunan produksi.

Potensi akumulasi hidrokarbon ke depan diproyeksikan menjadi lapangan pengganti dari Lapangan Gas Arun yang pernah berproduksi sekitar 460 MMCFD. Dalam kegiatan eksplorasi melalui survei seismik, PHE NSO bekerja sama dengan PT Elnusa Tbk.

Rencananya, survei seismik tersebut akan selesai pada Juli 2019. Selanjutnya, hasil seismik akan ditindaklanjuti dengan seismik processing, interpretation, dan modeling sehingga dapat digunakan dalam mengusulkan sumur pemboran eksplorasi untuk peningkatan cadangan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM memperpanjang kontrak PHE di Blok North Sumatera Offshore (NSO). PHE NSO diberi kepercayaan kembali untuk mengelola blok NSO hingga 20 tahun ke depan, yaitu 2038 dengan skema gross split yaitu skema kontrak bagi hasil dengan meniadakan pengembalian biaya operasi (cost recovery) yang berlaku efektif sejak 16 Oktober 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, migas

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top