Waskita Toll Road Siap Bangun Seksi 4 Tol Pasuruan-Probolinggo

PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol, anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR) siap membangun seksi 4 jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sepanjang 14 kilometer.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  15:42 WIB
Waskita Toll Road Siap Bangun Seksi 4 Tol Pasuruan-Probolinggo
Ilustrasi - Mobil memasuki gerbang jalan tol Bangil-Rembang, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (31/3). - Antara/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol, anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR) siap membangun seksi 4 jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sepanjang 14 kilometer. Seksi ini bakal melanjutkan tiga seksi sepanjang 31 kilometer yang sudah beroperasi sejak April 2019.

Corporate Secretary WTR Alex Siwu mengatakan, perseroan telah menyampaikan proposal penambahan ruang lingkup kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bagian dari rencana pembangunan seksi 4 jalan tol Paspro.

Lewat penambahan ruang lingkup, ada adendum atas perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Pasuruan-Probolinggo yang diteken pada 2011.

"Untuk seksi 4 kami sedang proses. Ini masuk dalam penambahan ruang lingkup [pengusahaan jalan tol Paspro]," ujar Alex kepada Bisnis, Selasa (25/6/2019).

Untuk diketahui, jalan tol Paspro seksi 1 hingga seksi 3 sepanjang 31 kilometer sudah beroperasi secara komersial pada April 2019. Trans-Jawa Paspro Jalan Tol sebagai badan usaha jalan tol (BUJT) yang mengusahakan ruas ini merogoh kocek Rp4,8 triliun untuk pembangunan jalan tol.

Kepala BPJT Danang Parikesit sebelumnya mengatakan pembangunan seksi 4 jalan tol Paspro bersifat prakarsa badan usaha.

Dia menjanjikan, pengurusan penambahan ruang lingkup yang diajukan oleh badan usaha bakal lebih cepat.  "Kalau mereka ajukan biasanya 2 tahun ya, tapi kami harapkan 1,5 tahun sudah selesai untuk prakarsanya," jelas Danang.

Di sisi lain, mulai Rabu (26/6), operator mulai memberlakukan tarif jalan tol berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 540/KPTS/M/2019 tanggal 18 Juni 2019. Dengan kata lain, perlu dua bulan bagi operator untuk melakukan sosialiasi tarif kepada pengguna jalan tol.

Tarif yang berlaku di tol  Paspro sudah mengacu pada kebijakan rasionalisasi tarif yang mana terdapat penyederhaan golongan dari lima kelompok tarif menjadi tiga kalompok tarif.

Untuk kendaraan golongan I, tarif dipatok Rp25.500 sedangkan golongan II dan golongan III dipungut Rp40.000. Adapun kendaraan golongan IV-V sebesar Rp53.000.

Alex menyebut, tarif yang berlaku lebih rendah dibandingkan dengan yang disepakati dalam PPJT. Pasalnya, tarif per kilometer yang diberlakukan di bawah Rp1.000 per kilometer. Sebagaiman diketahui, kebijakan rasionalisasi tarif tol mulai diperkenalkan sejak tahun lalu.

Saat itu, pemerintah menurunkan tarif tol menjadi Rp1.000 per kilometer untuk ruas-ruas tol baru agar tarif di lintas Trans Jawa bisa lebih murah. Sebagai gantinya, BUJT akan mendapat kompensasi untuk menjaga tingkat pengembalian investasi yang telah dikeluarkan BUJT.

Secara umum, kehadiran Tol Paspro sebagai bagian dari Tol Trans Jawa disebut turut mendukung kecepatan mobilitas barang, orang, dan logistik nasional terutama untuk Surabaya, Pasuruan, dan Probolinggo.

Jalan tol memangkas waktu tempuh dari Surabaya ke Probolinggo daei semula 3,5 jam menjadi 1,5 jam. Jalan tol Paspro juga menjadi penunjang bagi bagi arus kunjungan pariwisata ke kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru, salah satu  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, waskita karya, bujt, jalan tol pasuruan-probolinggo (paspro)

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup