Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menperin : Manufaktur Indonesia Bertransformasi Seperti Korsel

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sudah mulai bertransformasi dari ekonomi berbasis komoditas menjadi manufaktur bernilai tambah tinggi seperti Korea Selatan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  14:00 WIB
Menperin : Manufaktur Indonesia Bertransformasi Seperti Korsel
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyimak penjelasan mengenai mobil berbahan bakar fuel cell produksi Hyundai Motor Company (HMC) yang disebut Hyundai NEXO usai pertemuan dengan jajaran HMC di Seoul, 25 Juni 2019. Dalam pertemuan itu, perusahaan tersebut menyampaikan rencana investasinya di Indonesia kepada Menperin.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sudah mulai bertransformasi dari ekonomi berbasis komoditas menjadi manufaktur bernilai tambah tinggi seperti Korea Selatan.

“Kami belajar dari Korea Selatan sebagai negara yang sukses mentransformasi dirinya menjadi negara industrial sekaligus pusat jasa. Samsung, Hyundai, maupun LG sekarang bertransformasi menjadi merek global yang diakui,” kata Airlangga lewat keterangannya diterima di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Airlangga menyampaikan bahwa pada triwulan I /2019, sektor manufaktur Indonesia berkontribusi 22,7% terhadap total investasi, atau senilai US$134,9 miliar.

Di sektor lain, inisiatif pembangunan klaster industri baru di Sulawesi Tengah menjadi sangat sukses, buah dari upaya Kemenperin mendorong lebih banyak industri hilir untuk meningkatkan nilai dari mineral dasar seperti nickel ore.

Di sektor otomotif, Indonesia merupakan pemain penting. Dengan kedatangan teknologi baru seperti kendaraan listrik atau hybrid, kesempatan pada masa depan terbuka lebar.

Dengan kebijakan yang sesuai, Indonesia memiliki potensi menjadi manufacturing hub bagi global supply chain. Untuk mengambil keuntungan ini, Indonesia mengambil beberapa langkah yang sejauh ini berhasil.

“Investasi Korea di Indonesia penting untuk mendukung kinerja Indonesia. Saya harap hubungan produktif ini dapat berlangsung hingga tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

Airlangga mengatakan, pada sektor bisnis dan ekonomi secara umum, Indonesia dan Korea Selatan telah membuat banyak kemajuan. Beberapa kerja sama strategis yang sudah dilakukan meliputi joint task force untuk mempromosikan kerja sama ekonomi.

Kedua negara juga bersiap mendirikan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement di 2019 yang menargetkan perdagangan bilateral hingga US$30 miliar pada 2022.

Selanjutnya, dibentuk juga Korea-Indonesia Technology Cooperation Center untuk mempromosikan kerja sama lebih lanjut antara kedua negara dan untuk mendukung perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia di area teknologi industri, melaksanakan riset dan program pembangunan bersama, dan semacamnya.

Hasilnya, tambah Airlangga, Korea secara konsisten menjadi negara investor lima besar dalam lima tahun terakhir, dengan investasi di sektor industri baja, permesinan, karet dan plastik, kayu, kimia, dan elektronika.

Di sisi lain, terdapat penambahan impor dari Korea di beberapa tahun terakhir, dengan total US$9,5 miliar pada 2018. Produknya antara lain mineral dan bahan bakar, besi dan baja, mesin elektronik, peralatan dan komponen, permesinan, plastik, karet, dan tekstil rajutan.

"Kebijakan kami dalam memperdalam struktur industri didukung oleh perusahaan-perusahaan Korea. Saat ini kami meningkatkan kerja sama di industri stainless steel, terutama untuk Indonesia bagian timur," tutur Airlangga.

Making Indonesia 4.0 menarik industri otomotif dari Korea. Kami berharap Indonesia bisa menjadi manufacturing hub penting di Asia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia-korsel Revolusi Industri 4.0

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top