Vendor Eropa dan Korea Berebut Proyek SPLU Fast Charging PLN

Di SPLU fast charging, pemilik mobil listrik dengan daya baterai 200 kWh mampu melakukan pengisian daya dalam 30 menit.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  14:44 WIB
Vendor Eropa dan Korea Berebut Proyek SPLU Fast Charging PLN
Mitsubishi i-MiEV berpose di depan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di BPPT. - MKKSI

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) mulai mengadakan lelang untuk pengadaan stasiun pengisian listrik umum daya cepat atau fast charging yang diikuti sejumlah vendor dengan teknologi Eropa dan Korea Selatan.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS mengatakan sebagian besar atau 80% teknologi yang diterapkan pada stasiun pengisian listrik umum (SPLU) adalah dengan waktu pengisian normal yakni mencapai 6 jam. SPLU jenis ini cenderung memiliki harga yang lebih murah dibanding jenis pengisian daya cepat.

Sementara itu, SPLU fast charging biasanya hanya dipakai kalangan terbatas karena harga unit yang mahal. Setidaknya satu unit SPLU fast charging dibanderol dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

Menurutnya, PLN berencana memasang SPLU fast charging sebagai dukungan akan pengunaan kendaraan listrik yang mampu menurunkan emisi karbon di Indonesia. Terlebih, Peraturan Presiden tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai akan segera dirilis.

"Nanti kami pasang di beberapa lokasi," katanya, Selasa (25/6/2019).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan proses pemilihan teknologi yang akan diterapkan untuk SPLU tersebut. Setidaknya sejumlah vendor dengan teknologi Eropa dan Korea tertarik untuk menyediakan unit SPLU fast charging sesuai harapan PLN.

PLN menargetkan SPLU fast charging tersebut akan terealisasi hingga akhir 2019. Ada dua titik yang rencananya menjadi lokasi pemasangan SPLU tersebut dengan investasi total senilai Rp4 miliar.

"Kami harus memilih SPLU yang bisa mengakomodir semua jenis kendaraan, dengan waktu charging [pengisian] sekitar 20 menit sampai 30 menit," katanya.

Hingga saat ini, di wilayah Jakarta Raya, telah terdapat 1.800 SPLU dengan hampir 50% penggunanya merupakan pedagang kaki lima. Pemilik kendaraan listrik, yang masih tergolong rendah di Jakarta dinilai menjadi alasan rendahnya pemanfaatan SPLU tersebut baik oleh motor maupun mobil.

SPLU fast charging merupakan salah satu upaya meningkatkan layanan kepada pengguna kendaraan listrik. Fast charging station memungkinkan pemilik kendaraan listrik melakukan pengisian daya dengan waktu cepat. Misalnya, pemilik mobil listrik dengan daya baterai 200 kWh akan mampu melakukan pengisian daya dengan fast charging station berkapasitas 160 kwh selama 30 menit saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, SPLU

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup