KABAR PASAR 19 JUNI: Diskon Pajak bagi Manufaktur, Investasi Berpotensi Tumbuh Dua Digit

Berita terkait insentif fiskal untuk sektor manufaktur dan optimisme kinerja investasi tahun ini menjadi sorotan media massa, Rabu (19/6/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  08:38 WIB
KABAR PASAR 19 JUNI: Diskon Pajak bagi Manufaktur, Investasi Berpotensi Tumbuh Dua Digit
Ilustrasi pajak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait insentif fiskal untuk sektor manufaktur dan optimisme kinerja investasi tahun ini menjadi sorotan media massa, Rabu (19/6/2019).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Diskon Pajak bagi Manufaktur. Pemerintah segera merealisasikan janji pemberian insentif fiskal berupa diskon pajak kepada sektor manufaktur, untuk mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia, memacu inovasi dan menarik investasi baru. (Bisnis Indonesia)

IHSG Bertahan di Zona Hijau. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau di zona hijau secara year to date. Namun, dibandingkan dengan kawasan Asia dan Asean lainnya, kinerja IHSG hanya lebih baik satu peringkat di atas bursa Malaysia. (Bisnis Indonesia)

Pebisnis Harapkan Sentimen Positif. Kalangan pengembang menilai relaksasi baseline pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terhadap kelompok hunian mewah cukup melegakan dan diharapkan dapat memberikan sentimen positif terhadap pasar properti secara umum. (Bisnis Indonesia)

Investasi Berpotensi Tumbuh Dua Digit. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis kinerja investasi pada tahun ini akan bergairah dengan pertumbuhan dua digit, seiring dengan aksi relokasi permintaan dan industri dari China. (Bisnis Indonesia)

Bunga Surat Utang Mulai Luruh. Keputusan Standard & Poor’s (S&P) mengerek peringkat kredit Indonesia akhir bulan lalu memberi berkah ke pasar obligasi negara. (Kontan)

Indonesia Butuh Tambahan Pemain Petrokimia Hulu. Indonesia membutuhkan banyak pemain di sektor petrokimia hulu untuk memangkas volume impor yang sangat tinggi. Dari total kebutuhan bahan baku plastik sebanyak 6 juta ton, volume impor mencapai 3,2 juta ton. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur, penanaman modal

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top