Skema Kerja Sama Tol Akses Makassar New Port Belum Diputuskan

Akses yang akan dibangun META memiliki panjang dua kilometer. jalan akses ke Makassar New Port akan terhubung dengan jalan tol Tallo - Bandara Hasanuddin dan jalan tol Pelabuhan Soekarno Hatta - Pettarani.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  12:13 WIB
Skema Kerja Sama Tol Akses Makassar New Port Belum Diputuskan
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Makassar New Port (MNP) di Makassar, Sulawesi Selatan. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Nusantara Infrastructure Tbk. atau META masih merumuskan skema pembangunan jalan tol ekstensi yang menjadi akses Makassar New Port (MNP), pelabuhan baru yang dikelola PT Pelindo IV (Persero).

Direktur Utama META, M. Ramdani Basri mengatakan pembangunan akses MNP merupakan penjajakan kerja sama perseroan dengan Pelindo IV. Dia menambahkan, Nusantara Infrastruktur akan mengeluarkan investasi untuk pembangunan akses tersebut. Namun, hingga saat ini belum ditentukan kompenasi yang akan didapatkan perseroan dari investasi tersebut.

"Sebetulnya ini B to B (business to business). Investasi  dari kami sehingga tetap ada tol [tarifnya]. Tapi belum konkret kompensasinya seperti apa," ujar Ramdani kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Akses yang akan dibangun META memiliki panjang dua kilometer. jalan akses ke Makassar New Port akan terhubung dengan jalan tol Tallo - Bandara Hasanuddin dan jalan tol Pelabuhan Soekarno Hatta - Pettarani. Dua jalan tol ini dikelola oleh entitas di bawah perseroan, yaitu PT Jalan Tol Seksi Empat dan PT Bosowa Marga Nusantara.

Direktur META Omar Danni Hassan sebelumnya mengatakan trase jalan tol untuk akses ke Makassar New Port belum ditetapkan sehingga perseroan belum bisa mengestimasi kebutuhan dana untuk pembangunannya. Kendati jalan akses hanya 2 kilometer, pembangunannya terbilang menantang.

Pasalnya, jalan akses akan melalui beragam persimpangan dengan jalan nontol yang sudah ada. Kendati demikian, dia berharap pembangunan jalan bisa selesai sebelum operasional penuh Makassar New Port pada 2019 nanti.

Jaringan jalan tol di Makassar dinilai perlu ditambah guna mengantisipasi peningkatan arus kendaraan. Danni menyebut, salah satu penyumbang peningkatan volume kendaraan adalah aktivitas pelabuhan dan bandara.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, pada 2022 nanti, Bandara Sultan Hasannudin bisa menampung penumpang hingga 30 juta. Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan juga diproyeksi naik hingga 40% dibandingkan dengan posisi pada 2017.

Selain jalan tol akses ke Makassar New Port, saat ini Nusantara Infrastructure juga sudah memulai pembangunan jalan tol layang A.P Pettarani sepanjang 4,3 kilometer. Progres konstruksi jalan tol baru mencapai 28 persen dan diharapkan bisa rampung pada Agustus 2020. Berkat pembangunan jalan tol ini, Nusantara Infrastructure mendapat perpanjangan konsesi selama 15 tahun sehingga masa konsesi baru berakhir pada 2043.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, makassar new port, nusantara infrastructure

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup