Distribusi Biodiesel Ke Masyarakat Dipastikan Aman

Penyaluran B20 juga dilakukan lewat penggunaan floating storage atau penyimpanan terapung meskipun biayanya lebih tinggi. Hanya saja, untuk memastikan penyaluran B20 berjalan dengan aman tanpa merusak spesifikasi, floating storage menjadi salah satu solusi.
Ni Putu Eka Wiratmini | 14 Juni 2019 15:07 WIB
Petugas memperlihatkan contoh bahan bakar biodiesel saat peluncuran Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel, di Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pendistribusian biodiesel dipastikan tidak akan mengalami kendala lantaran berkaca pada penyaluran B20 yang masih berlangsung dengan aman.

Vice President Supply and Distribution Pertamina Fariz Aziz memastikan, selain proses pencampuran biodiesel yang sudah dilakukan dengan tepat, begitu juga dengan distribusi. Saat ini proses distribusi B20 diyakini telah berjalan dengan aman.

Penyaluran B20 juga dilakukan lewat penggunaan floating storage atau penyimpanan terapung meskipun biayanya lebih tinggi. Hanya saja, untuk memastikan penyaluran B20 berjalan dengan aman tanpa merusak spesifikasi, floating storage menjadi salah satu solusi.

"Sekarang sudah oke [distribusi], kita cuma ingin lebih efisien di darat, karena floating kan ada cost, sekarang sih floating yang paling mungkin," katanya, Kamis (13/6/2019).

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan infrastruktur Pertamina telah sanggup untuk melayani penyaluran B20 ke masyarakat namun untuk penyaluran B30 masih dibutuhkan beberapa upgrading.

Saat ini Pertamina memiliki 111 Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) yang siap untuk mendistribusikan B20. Sementara, titik pencampuran Fatty Acid Methyl Esters (FAME) dilaksanakan di 29 titik yaitu 26 Terminal BBM (TBBM) dan 3 kilang.

"Sebagai pemegang mandat pemerintah terkait program Biodiesel, Pertamina secara aktif mensupport penuh pelaksanaan uji jalan atau road test b30 dengan menyediakan produk solar sejumlah 66,5 kiloliter," katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, penyaluran B20 memang sempat mengalami kendala pada September 2018 lalu yang menyebabkan turunnya spesifikasi kandungan bahan bakar nabati tersebut. Namun, setelah perbaikan di sistem penyaluran dilakukan, bahan bakar nabati yang mulai digunakan pada 2016 tersebut dapat digunakan baik oleh masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Biodiesel, Mandatori B20

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top